
UKRAINA (Lenteratoday) – Kantor hak asasi manusia PBB menyatakan lebih dari 350 warga sipil telah tewas dan ratusan lainnya terluka selama invasi Rusia ke Ukraina.
"Kami tidak dapat mengumpulkan semua mayat di jalan," kata Wakil Walikota Sergei Orlov kepada CNN, seraya mengatakan tidak mungkin menghitung kematian warga sipil di sana.
Dikutib dari reuters, militer Ukraina juga mengatakan lebih dari 11.000 tentara Rusia telah tewas sejauh ini dan 88 pesawat Rusia ditembak jatuh. Namun, reuters tidak dapat menguatkan klaim tersebut.
Sementara itu, Walikota Kota Barat Lviv mengatakan lebih dari 65.000 pengungsi melewati stasiun kereta api pada hari Jumat (4/3/2022). Sedangkan, badan pengungsi PBB memperkirakan jumlah pengungsi bisa membengkak menjadi 4 juta pada Juli mendatang.
Jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina diperkirakan mencapai 1,5 juta pada Minggu (6/3/2022) ketika Kyiv menekan Barat untuk memperketat sanksi dan mengirimkan lebih banyak senjata untuk mengusir serangan Rusia yang sekarang sudah memasuki hari ke-11.
Polisi Ukraina mengatakan ada penembakan Rusia tanpa henti dan serangan udara di wilayah timur laut Kharkiv, melaporkan banyak korban, sementara Organisasi Kesehatan Dunia PBB mengatakan ada beberapa serangan terhadap fasilitas kesehatan Ukraina.
Moskow dan Kyiv saling menyalahkan atas kegagalan gencatan senjata hari Sabtu untuk memungkinkan warga sipil melarikan diri dari Mariupol dan Volnovakha, dua kota selatan yang dikepung oleh pasukan Rusia. Ukraina mengatakan lebih banyak pembicaraan ditetapkan untuk Senin, tetapi Rusia kurang definitif.
Orang-orang yang berhasil melarikan diri dari Ukraina tumpah ke negara tetangga Polandia, Rumania, Slovakia dan di tempat lain, Presiden Ukraina Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta mereka yang berada di daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia untuk berperang.
"Kita harus pergi keluar dan mengusir kejahatan ini dari kota-kota kita," katanya dalam sebuah pidato pada Sabtu (5/3/2022) malam. (*)
Sumber : Reuters
Editor : Lutfiyu Handi