STATMEN pemerintah yang menduga warga menimbun minyak goreng (migor) sehingga langka di pasar bikin geleng-geleng kepala. Kritikan pun dilontarkan para anggota dewan hingga ekonom. Ketimbang menyalahkan masyarakat, pemerintah harusnya melakukan evaluasi diri. Pasalnya, langkanya ketersediaan migor akibat Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum menemukan permasalahan intinya. Bahkan kebijakan yang diambil dinilai blunder. Penetapan harga hingga sidak-sidak yang dilakukan bak ‘lips service’ belaka. Buktinya, saat ini warga harus membeli dengan harga mahal bila ingin mendapatkan migor. Janji pemrintah, dalam 1,5 bulan lagi stok aman. Yakin? Bulan lalu sudah berjanji pasar ‘banjir’ migor Rp 14.000/liter. Kenyataannya zonk alias kosong melompong. BACA BERITA LENFKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/03/09032022.pdf
[3d-flip-book id="88383" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/03/09032022.pdf">