07 April 2025

Get In Touch

Yoon Suk-yeol, Mantan Jaksa Agung Jadi Presiden Korea Selatan

Yoon Suk Yeol, kandidat presiden dari oposisi utama People Power Party, yang terpilih sebagai presiden baru Korea Selatan pada hari Kamis, memegang karangan bunga saat dia diberi ucapan selamat oleh anggota partai dan anggota parlemen di Majelis Nasional d
Yoon Suk Yeol, kandidat presiden dari oposisi utama People Power Party, yang terpilih sebagai presiden baru Korea Selatan pada hari Kamis, memegang karangan bunga saat dia diberi ucapan selamat oleh anggota partai dan anggota parlemen di Majelis Nasional d

JAKARTA (Lenteratoday) -Yoon Suk Yeol, mantan Jaksa Agung, telah terpilih sebagai presiden baru Korea Selatan pada Kamis (10/3/2022).

Yoon Suk Yeol mengalahkan saingan utamanya Lee Jae-myung, dari kelompok liberal, dalam salah satu pemilihan presiden yang paling ketat di negara tersebut.

Dilansir dari Aljazeera pada Kamis (10/3/2022). Yoon Suk-yeol merah 48,6 persen suara atau menang tipis saingannya Lee Jae-myung 47,8 persen. Adapun, total perolehan suara yang dihitung lebih dari 98 persen.

Pemilihan umum pada Rabu (9/3/2022) yang sengit menunjukkan adanya dorongan perubahan haluan yang luar biasa bagi blok konservatif utama Korea Selatan, yang sekarang dikenal sebagai Partai Kekuatan Rakyat.

Partai itu telah berjuang untuk mengumpulkan kembali kekuatan sejak pemilihan cepat 2017 diadakan, setelah pemakzulan dan penggulingan Presiden saat it, Park Geun-hye.

Yoon mengatakan bahwa dia akan menghormati konstitusi dan parlemen dan bekerja dengan partai-partai oposisi ketika resmi menjabat sebagai pemimpin Negeri Ginseng tersebut. Dia menyebut hasil pemilihan sebagai "kemenangan orang-orang hebat".

"Kompetisi kami sudah berakhir untuk saat ini. Kita harus bergandengan tangan dan bersatu menjadi satu untuk bangsa dan negara," katanya dalam pidato penerimaan.

Pada upacara terpisah dengan para pendukung, Yoon mengatakan dia akan menempatkan prioritas utama pada persatuan nasional. Dia menambahkan semua orang harus diperlakukan sama terlepas dari perbedaan regional, politik, dan sosial ekonomi.

Yoon berjanji akan memperhatikan mata pencaharian masyarakat, memberikan layanan kesejahteraan yang hangat kepada yang membutuhkan.

"Saya akan melakukan upaya terbaik agar negara kita berfungsi sebagai anggota komunitas internasional dan dunia bebas yang bangga dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Yoon akan menjabat pada Mei 2022 dan menjalani masa jabatan lima tahun sebagai pemimpin ekonomi terbesar ke-10 di dunia (*)

Editor: Arifin BH, dari berbagai sumber

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.