04 April 2025

Get In Touch

PSG Era Nasser Al-Khelaifi: Perjudian Rp 22 Triliun, Megatransfer Messi, dan Nihil Trofi Liga Champions

Reaksi Lionel Messi dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2021-2022 antara Paris Saint-Germain dan Real Madrid di Stadion Parc des Princes, Paris, Perancis, Rabu (16/2/2022) dini hari WIB (AFP)
Reaksi Lionel Messi dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2021-2022 antara Paris Saint-Germain dan Real Madrid di Stadion Parc des Princes, Paris, Perancis, Rabu (16/2/2022) dini hari WIB (AFP)

JAKARTA (Lenteratoday) -Paris Saint-Germain kembali gagal mewujudkan ambisinya untuk menjuarai kompetisi bergengsi di Eropa yaitu Liga Champions.

Terkini, PSG harus terhenti pada babak 16 besar Liga Champions 2021-2022 setelah disingkirkan Real Madrid.

Les Parisiens kalah 2-3 secara agregat dari Real Madrid. Pada laga leg pertama, kubu Paris mampu menang 1-0 lebih dulu di Parc des Princes.

Akan tetapi, kisah yang sama tak mampu diukir oleh Les Parisiens pada laga leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (10/3/2022).

PSG dikalahkan oleh Real Madrid 3-1.  Karim Benzema yang menjadi mimpi buruk tim tamu dengan mencetak hattrick ke gawang Gianluigi Donnarumma.

Kekalahan kian menyakitkan karena pasukan Maurico Pochettino sebetulnya sempat unggul 2-0 atas Los Blacos.

Adapun masing-masing gol PSG pada laga leg pertama maupun kedua dibukukan oleh Kylian Mbappe.

Perjudian yang gagal

PSG sejatinya begitu berambisi untuk berprestasi di kancah Liga Champions.

Terlebih lagi, semenjak klub diakuisisi konglomerat asal Qatar, Nasser Al-Khelaifi, pada 2011 silam.

Akuisisi tersebut menjadikan PSG sebagai salah satu klub dengan kekuatan finansial terbesar di dunia.

Demi membesarkan PSG, Al-Khelaifi rela menggelontorkan banyak dana demi mendatangkan nama-nama bintang ke Parc des Princes dan untuk prestasi di Eropa.

Dilansir dari Football Transfers, pengeluaran PSG untuk tranfser pemain sejak Al-Khelaifi mengambil alih klub hingga musim 2020-2021 mencapai 1,3 miliar euro atau sekitar Rp 20 triliun.

Pada transfer musim ini, PSG mengeluarkan dana sebesar 90 juta euro sebagaimana catatan Transfermarkt.

Artinya, sejak era Al-Khelaifi hingga sampai saat ini, Les Parisiens telah menggelontorkan dana transfer sebesar 1,39 miliar euro atau mencapai Rp 22 triliun!

Sayangnya, perjudian tersebut belum mampu mewujudkan ambisi PSG. Memang, PSG telah memenangkan rentetan trofi domestik.

Bahkan, Les Parisiens sekarang telah mengoleksi sembilan trofi juara Ligue 1, terbanyak kedua bersama Marseille setelah Saint-Etienne (10 trofi).

Akan tetapi, PSG belum sekalipun berhasil mengangkat trofi Liga Champions. Prestasi terbaik mereka di UCL adalah menjadi runner-up pada edisi 2019-2020.

Megatransfer belum jadi jawaban

Ironi lainnya bagi PSG adalah megatransfer yang belum juga menjadi jawaban untuk berprestasi di Eropa.

Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, Kylian Mbappe, hingga Neymar adalah beberapa megatransfer yang dapat diwujudkan, tetapi belum mampu mempersembahkan trofi UCL untuk PSG.

Neymar adalah rekrutan termahal PSG sekaligus di dunia. Penyerang asal Brasil itu direkrut dari Barcelona pada musim panas 2017. Mahar transfer Neymar mencapai 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun dan belum terpecahkan sampai sekarang.

Sementara itu, Mbappe ditebus Les Parisiens dari AS Monaco senilai 180 juta euro atau sekitar Rp 2,8 triliun pada musim panas 2018 setelah sempat dipinjam lebih dulu.

Satu yang paling menyita perhatian adalah megatransfer Lionel Messi pada musim panas 2021.

Memang, Messi tak direkrut dengan biaya alias gratis karena kontraknya habis bersama Barca. Kendati demikian, ini tetap transfer besar mengingat kesuksesan Messi selama bertahun-tahun bersama Blaugrana.

Di sisi lain, Les Parisiens juga harus rela merogoh kocek dalam untuk menggaji Messi yang dikabarkan L'Equipe mencapai 40 juta euro (Rp 675 miliar) per tahun. Nilai tersebut, mengutip Kompas, menjadikan peraih tujuh kali Ballon d'Or itu sebagai pemain dengan gaji tertinggi di PSG.

Sebuah trio mematikan pun lahir, yakni MNM atau Messi, Neymar, Mbappe yang membuat lini depan PSG tampak menakutkan dan menjadi salah satu kandidat kuat juara UCL musim ini.

Namun, lagi-lagi megatransfer belum menjadi jawaban bagi Les Parisiens.

Bahkan, seorang Messi masih kesulitan untuk menemukan bentuk permainan terbaik bersama klub barunya.

La Pulga juga seperti hilang saat melawan Real Madrid di Santigao Bernabeu.

Dilansir dari Sofa Score, Messi melakukan 96 sentuhan bola dengan hanya melepaskan dua tendangan yang tidak tepat sasaran (*)

Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.