07 April 2025

Get In Touch

Presiden Zelensky Bilang Ukraina Bergerak Menuju Kemenangan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

KIEV (Lenteratoday)-Sirene peringatan serangan udara berbunyi di sebagian besar kota Ukraina pada Sabtu (12/3/2022) pagi.  Warga pun dipaksa untuk mencari perlindungan, setelah Presiden  Volodymyr Zelensky mengatakan perang telah mencapai "titik balik strategis".

Dikutip dari Reuters, militer Ukraina dan Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, pasukan diketahui telah berkumpul kembali, kemungkinan untuk serangan baru yang dapat menargetkan ibu kota Kiev.

Upaya untuk mengisolasi Rusia secara ekonomi meningkat, dengan Amerika Serikat memberikan sanksi baru kepada pejabat senior Kremlin dan oligarki Rusia, dan Uni Eropa akan mencabut status perdagangan istimewa Rusia hari ini.

Dengan serangan Rusia yang memasuki minggu ketiga, Zelenskiy mengatakan Ukraina telah "mencapai titik balik strategis"."Sulit untuk mengatakan berapa banyak hari yang masih tersisa untuk membebaskan tanah Ukraina. Tapi kita dapat mengatakan kita dapat melakukannya," kata Zelensky."Kita telah bergerak menuju tujuan kita, kemenangan kita," lanjutnya.

AS pada Jumat (11/3/2022) menjatuhkan sanksi pada milioner Rusia, Viktor Vekselberg, tiga anggota keluarga juru bicara Presiden Vladimir Putin, dan anggota parlemen dalam hukuman terbaru atas invasi Rusia pada 24 Februari 2022.

"Perbendaharaan terus meminta pertanggungjawaban dari pejabat Rusia karena memungkinkan perang Putin yang tidak dapat dibenarkan dan tidak beralasan," kata Menteri Keuangan Janet Yellen.

Pasukan Rusia terus membombardir kota-kota di Ukraina pada Jumat dalam serangan terbesar di negara Eropa setelah Perang Dunia II. Gambar satelit menunjukkan pasukan menembakkan artileri saat menuju Kiev.Pertempuran ini membuat lebih dari 2 juta orang mengungsi dan ribuan warga Ukraina terjebak di kota-kota yang terkurung.

Sebelumnya, Putin menyebut invasi sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan menggulingkan para pemimpin yang disebutnya neo-Nazi. Ukraina dan sekutu Barat menyebut ini sebagai dalih tidak berdasar sebagai pilihan berperang, yang telah meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa.(*)

Sumber: Reuters|Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.