06 April 2025

Get In Touch

Fashion Show Canthing Jawi Wetan, Usung Keindahan Batik Jatim di Pelataran Tugu Pahlawan

Fashion show Canthing Jawi Wetan di Monumen Tugu Pahlawan, Minggu (27/3/2022) malam
Fashion show Canthing Jawi Wetan di Monumen Tugu Pahlawan, Minggu (27/3/2022) malam

SURABAYA (Lenteratoday) - Suasana yang mendung usai hujan mengguyur tak mengurangi kemeriahan gelaran fashion show Canthing Jawi Wetan di Monumen Tugu Pahlawan, Minggu (27/3/2022) malam. Pengunjung disuguhi puluhan batik dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, karya sejumlah desainer kondang seperti Edward Hutabarat dan Denny Wirawan.

Hadir membuka acara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Bhayangkari Jatim Ulli Nico Afinta. Khofifah bahkan mengaku ajang ini menjadi sebuah kejutan. "Saya juga surprise ketika batik-batik itu kemudian didesain oleh desainer kondang seperti Mas Edo (Edward Hutabarat), Mas Denny," ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, desainer telah memberikan sentuhan inspirasi yang lebih kuat dan lebih luas. Sehingga batik-batik tersebut nampak begitu mewah. "Saya berharap bahwa semua yang masuk pada dunia kreativitas dan inovasi batik di Jatim akan terus semangat bahwa ruang mereka untuk mendapatkan apresiasi dan ekspresi yang lebih luas lebih besar, ini akan kita sinergi bersama," tambahnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Bhayangkari Jatim Ulli Nico Afinta.

Canthing Bumi Jawi Wetan, sebuah buku karya Ulli Nico Afinta telah menginspirasi perhelatan acara spektakuler ini. Dari buku ini pula, Khofifah mempelajari kekayaan khazanah batik Jawa Timur. Sebuah referensi bahwa ternyata batik pertama di Bumi Nuswantara berasal dari Ringin Lawang, Kerajaan Majapahit kala itu.

"Dan itu salah satu penandanya adalah motif kawung itu diagem atau dikenakan oleh Raden Wijaya," jelas gubernur. Batik sendiri selalu identik dekat dengan keraton. Seperti Keraton Ngayogyakarta dan Keraton Solo.

"Nah sekarang dari proses yang dieksplor oleh Ibu Ketua Bhayangkari Jatim itulah kemudian terkonfirmasi kepada kita bahwa Ringin Lawang itu salah satunya starting point untuk bisa menemukenali bahwa desain kawung misalnya itu diagem oleh Raden Wijaya," ungkap Khofifah.

Lepas dari itu, ia juga berharap bahwa UMKM batik bisa bangkit kembali. Khofifah ingin mengajak seluruh masyarakat membangun satu cita-cita bersama bahwa batik Jatim nanti bisa menjadi bagian dari perhelatan fashion internasional.

"Paris Fashion Week, New York Fashion Week why not? Saya rasa kesempatan-kesempatan itu harus kita bangun terutama tadi pada saat bedah buku ada dua Yogi dari Blitar dan Yogi dari Tulungagung. Sama  -sama anak muda tapi kreativitasnya sudah tembus dunia. Termasuk yang dipakai oleh Justin (Justin Holiday) pemain NBA," ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini melihat jika semangat untuk bisa menumbuh kembangkan batik 38 kabupaten/kota di Jatim sangat luar biasa. "Memang harus ada sentuhan-sentuhan desainer kondang, ada sentuhan dari para peraga busana, para model dan jejaring market tentunya," tandas Khofifah.

Sementara itu, Ulli Nico Afinta mengatakan, kebesaran Kerajaan Majapahit menjadi inspirasi bagi dirinya untuk membuat buku itu. "Karena kebesaran Kerajaan Majapahit dan tentunya 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim, kami yakin bahwa kalau dieksplor pasti ada ciri khas batik masing-masing daerah. Supaya tidak hanya memperkenalkan, para UMKM batik ini makin sejahtera," harapnya usai sukses menggelar acara fashion show Canthing Jawi Wetan.(*)

Reporter: Dya | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.