SABAR! Ujian hidup terutama terkait kenaikan harga sembako belum juga usai, malah daftarnya semakin panjang. Terbaru harga gula makin ‘pahit’, tembus Rp 15.000/Kg di pasar. Stok pemanis ini di peritel modern maupun tradisional juga makin pelik (jarang ada,red). Secara umum, dalam sebulan terakhir, harga gula naik nyaris 2% secara point-to-point. Sementara setahun ke belakang, harga melesat hampir 30%. Perang Rusia-Ukraina kembali menjadi ‘tersangka’ pemicunya. Apa hubunganya? Ternyata oh ternyata, negeri ini masih banjir impor gula. Hasil proyeksi produksi gula hingga tahun 2024 mencapai 2,45 juta ton. Sementara proyeksi konsumsi gula di tahun yang sama mencapai 6,43 juta ton. Artinya, sekitar 3,93 juta ton harus impor. Padahal saat ini harga di pasar internasional mencapai US$ 19,65/pon. Gejolak ini memperlihatkan tak bertajinya kembali aturan pemerintah. Sebab, secara resmi ada batasan berupa Harga Eceran Tetap untuk gula senilai Rp12.500/Kg yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020. Strategi negara menjaga kebutuhan pokok, gagal maning! Gagal maning. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/04/08042022.pdf
[3d-flip-book id="92383" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/04/08042022.pdf">