04 April 2025

Get In Touch

Oktober, Transaksi Sekolah Pakai Pembayaran Non Tunai

Oktober, Transaksi Sekolah Pakai Pembayaran Non Tunai

SURABAYA,LETRA.ID-Sebagai komitmen pemerintah dalam mendorong pelaksanaan kebijakan inklusi keuangan di sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) akan menerapkan transaksi pembayaran non tunai lewat aplikasi SIPKS (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah).

Kepala Dispendik Kota Surabaya, M. Ikhsan mengatakan, denganadanya transaksi non tunai tersebut, segala transaksi kebutuhan sekolah  dilakukan secara digital atau transfer.

"Sehingga bendahara sekolah tidak perlu lagi mengambiluang terlebih dahulu di Bank seperti saat pembayaran tunai," kata Ikhsansaat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (4/9).

Lanjut Ikhsan, untuk uji coba aplikasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Oktober mendatang untuk seluruh sekolah negeri terlebih dahulu."Jumlahnya ada sekitar 302 SD Negeri dan 63 SMP Negeri,” tambahnya.

Menurutnya, selain dinilai lebih efisien, pembayaran nontunai juga dapat memangkas proses pembuatan laporan."Jika sebelumnyapembuatan pelaporan dilakukan beberapa waktu setelah pembelanjaan, maka dengannon tunai, transaksi atau SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) bisa dilakukansebelum pembayaran ke penyedia. Karena, proses SPJ berarti prosespembayaran," jelasnya.

Selain itu, dengan pembayaran non tunai ini, maka kepalasekolah, bendahara atau guru yang ditugaskan tidak diperlukan untuk datangmengambil uang di bank. "Semoga dalam pelaksanaannya bisa berjalan denganbaik. Untuk persiapan IT juga sudah kami sediakan, jadi sudah siap,"katanya.

Sementara itu, Kasubag Penyusunan Program dan PelaporanDispendik Surabaya, Tri Aji Nugroho menjelaskan, bahwa ada beberapa tahapandalam mekanisme pembayaran melalui non tunai tersebut. Pertama, admin sekolahmelakukan entry SPJ melalui aplikasi web. Kemudian, bendahara dan kepalasekolah melakukan persetujuan atas transaksi melalui aplikasi mobile itu.

“Selanjutnya pihak sekolah melakukan proses otentifikasikevalidan pemilik rekening dengan menggunakan pengenalan wajah (facerecognition),” kata Aji, sapaan akrabnya.

Dengan demikian, Aji menyebut, jika pihak sekolah telahmenyetujui berdasarkan hasil persetujuan dari penanggungjawab rekening, makaBank Jatim akan melakukan transfer ke rekening tujuan. “Aplikasi ini bulanAgustus telah dilakukan proses pengembangan, sementara bulan September telahdiujicobakan dan demo. Sementara untuk realisasi atau implementasi akandilakukan pada Oktober 2019,”pungkasnya.

Untuk diketahui, penerapan transaksi pembayaran non tunaiini mendapat asistensi penuh dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo)Kota Surabaya untuk pengembangan aplikasinya. (Sas/Ace).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.