KASUS Covid-19 di Indonesia sudah mereda. Tapi kondisi berbagai sektor kehidupan masyarakat belum benar-benar pulih. Meski mencatat pertumbuhan ekonomi 5,01% kuartal I-2022 (Y-o-Y), tapi masyarakat tetap banyak yang ‘babak belur’.Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Februari 2022 sebanyak 11,53 juta penduduk usia kerja masih terdampak corona. Pengangguran pun tercatat 8,4 juta orang. Ekonom pun mengingatkan, tantangan ekonomi ke depan jauh lebih kompleks dan berisiko hambat pemulihan. Bahkan saat ini sudah terjadi inflasi sebesar 0,95% per April 2022 (mtm). Angka tersebut tertinggi sejak Januari 2017. Sesuai hukum ekonomi, bila inflasi terus mendaki maka daya beli terancam melemah. Ojo dumeh! RI masih harus bekerja keras mewujudkan geliat ekonomi berkualitas. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/10052022.pdf
[3d-flip-book id="95996" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/10052022.pdf">