Presiden Hungaria Mundur Terkait Kasus Pengampunan Pelecehan Seksual

BUDAPEST (Lenteratoday ) – Presiden Hungaria Katalin Novak mengundurkan diri pada hari Sabtu (10/2/2024). Pengunduran diri itu disebabkan oleh tekanan publik karena Novak memberi grasi kepada seorang pria yang dihukum karena kasus menutupi pelecehan seksual di sebuah panti asuhan.

Pengungkapan ini telah menimbulkan kegemparan di kalangan publik dan menimbulkan tuntutan dari pihak oposisi agar Presiden Hungaria dan mantan Menteri Kehakiman Judit Varga mengundurkan diri dari jabatan mereka. Varga memilih untuk mundur dari jabatan anggota parlemen pada hari yang sama sebagai respons terhadap skandal ini.

“Saya mengundurkan diri dari kehidupan publik, saya mengundurkan diri dari mandat saya sebagai anggota parlemen dan juga posisi teratas dalam daftar partai Eropa,” kata Varga dalam pernyataan pengunduran dirinya dikutip Senin (12/2/2024).

Pada hari Jumat (9/2/2024), ribuan demonstran berunjuk rasa di kantor Novak dan memintanya untuk berhenti.

Novak, yang merupakan sekutu dekat Perdana Menteri Viktor Orban, mengundurkan diri seminggu setelah grasi yang diberikannya dilaporkan oleh situs berita lokal 444.hu.

Krisis ini merupakan langkah mundur yang jarang terjadi bagi Orban, yang telah memerintah sejak 2010. Penyingkapan ini telah menciptakan kehebohan di kalangan publik, dan menimbulkan desakan dari pihak oposisi agar Orban mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga :  Walikota Abu Bakar Silaturahmi dan Tukar Pengalaman Secara Virtual dengan Diaspora

Orban telah lama memimpin kampanye untuk melindungi anak-anak dari aktivis LGBTQ di sekolah-sekolah negaranya. Kampanye tersebut membuat pihaknya mengalami berbagai perselisihan dengan Komisi Eropa.

“Adalah suatu kesalahan yang saya lakukan … Hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi saya untuk berkomunikasi dengan Anda dalam kapasitas sebagai presiden,” ujar Novak saat ia mengumumkan pengunduran dirinya di televisi pemerintah. Dia memutuskan untuk memperpendek kunjungan resmi ke Qatar dan kembali ke Budapest secara tiba-tiba pada hari Sabtu.

“Saya membuat keputusan untuk memberikan grasi pada bulan April lalu dengan keyakinan bahwa narapidana tersebut tidak menyalahgunakan kerentanan anak-anak yang diawasinya. Saya melakukan kesalahan atas grasi tersebut dan kurangnya alasan yang tepat untuk memicu keraguan atas toleransi nol yang berlaku untuk pedofilia,” katanya.

Orban secara pribadi mengajukan amandemen konstitusi kepada parlemen pada malam Kamis (8/2/2024) untuk mengatasi kerusakan. Amandemen itu mencakup pencabutan hak presiden untuk memberikan pengampunan atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak.

Kepala kelompok parlemen Fidesz, Mate Kocsis, mengatakan bahwa Novak dan Varga telah membuat keputusan yang bertanggung jawab dan akan dihormati oleh partai.

Sumber: Reuters
Penerjemah: Aria (mk)/Editor: widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini