Seluruh Tanah di Ponorogo Ditarget Bersertifikat pada 2025

PONOROGO (Lenteratoday) – Semua bidang tanah di Ponorogo mentargetkan sudah memiliki sertifikat pada 2025 mendatang. Hal ini untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Saat ini, kata Bupati Ponorogo, Sugi Sancoko program prioritas bertajuk pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Ponorogo sudah menyentuh ratusan ribu bidang tanah yang tersebar nyaris di semua kecamatan.

Sebagai wujud program tersebut, kata Kang Bupati (sapaan Bupati Sugiri Sancoko), secara berkala menyerahkan sertifikat tanah dari program PTSL. Seperti penyerahan sertifikat tanah kepada 300 warga Desa Klepu Kecamatan Sooko, Jumat (27/1/2023). Kang Bupati juga pernah melakukan hal yang sama di desa tersebut sebanyak 500 sertifikat tanah.

“Semoga dapat memberi kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Kang Bupati sembari menyebut terbitnya buku sertifikat memberi kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Batasi Pembukaan Swalayan Berjaringan Nasional

Kang Bupati membenarkan PTSL merupakan program pemerintah pusat. Namun, kesuksesan pelaksanaannya juga partisipasi sejumlah pihak. Tanpa kecuali, kepedulian masyarakat. Nah, Kecamatan Sooko menjadi Kecamatan Lengkap di Ponorogo karena semua bidang tanah yang ada sudah terdaftar. “Seluruh bidang tanah di Sooko sudah terpetakan dan terdata dengan baik secara tekstual maupun yuridis,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha (TU) Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ponorogo Agus Riyadi, mengungkapkan bahwa dari 783 ribu bidang tanah di wilayah kerjanya, masih ada sekitar 262 ribu yang belum tersertifikasi. Pihaknya mematok target sisa bidang itu bakal kelar pendaftarannya pada 2025. “Ponorogo akan menjadi Kabupaten Lengkap, target akan tercapai kalau pembiayaan dari APBN mencukupi untuk program ini (PTSL),” ungkapnya. (*)

Sumber : Kominfo | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini