Sidak Hewan Kurban, DKPP Kota Kediri Temukan Sejumlah Kasus

KEDIRI (Lenteratoday) – Dekati Hari Raya Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri mulai mengintensifkan pemeriksaan hewan kurban di dua belas titik lokasi yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Kediri, Senin (26/6/2023). Petugas menemukan sejumlah kasus pada hewan yang dijual menjadi hewan kurban.

Menurut hasil pemeriksaan, petugas sempat menemukan satu kasus patah tulang pada hewan kambing, satu kasus tanduk patah, serta tiga ekor kambing mengalami gejala sakit mata. Sedangkan pada Sapi, petugas tidak menemukan kasus apa pun.

“Sebenarnya penyakit-penyakit tersebut bisa diobati cuma memang memerlukan waktu. Tapi menurut informasi pedagang hewan yang sakit tersebut sudah berhasil ditukar dengan hewan ternak yang kondisinya lebih prima sehingga pembeli tidak perlu khawatir lagi,” terang M Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri

Meski ditemukan terdapat sejumlah kasus penyakit, Ridwan menegaskan secara umum kondisi hewan kurban di Kota Kediri dalam keadaan baik dan layak disembelih. Pada pemeriksaan yang dilakukan DKPP menerjunkan 14 personel.

Personel-personel itu dibagi dalam dua tim, yakni tim Kecamatan Mojoroto (barat sungai) dan tim Kecamatan Kota/Pesantren (timur sungai). Tim barat sungai tersebar di Jl Hasyim Asyari, Jl Raung, Jalan utara terminal. Tim timur sungai di Wangkalan, Ngronggo, dan lainnya.

“Dilakukan pemeriksaan ante-mortem sebelum hewan dipotong. Ini untuk memastikan hewan kurban di Kota Kediri benar-benar sehat dan layak sembelih,” paparnya.

Ditambahkan, bahwa hewan kurban yang telah melewati pemeriksaan dari petugas medis akan menambah kepercayaan masyarakat untuk membeli sehingga penjualan pedagang bisa maksimal.
“Hewan-hewan yang sudah kami periksa diberi tanda berupa stiker DKPP dan itu cukup bisa membantu penjualan. Selain itu kita juga berikan desinfektan dan tempat cuci tangan untuk pencegahan penyakit menular,” ujar Ridwan.

Baca Juga :  Akhirnya, Semua RTH di Kota Kediri Benar-benar Dibuka Kembali

Selain memperhatikan kesehatan hewan, pihaknya juga memantau tren harga hewan kurban di pasaran. Menurutnya, kondisi harga Kambing menjelang Idul Kurban masih stabil yakni pada kisaran Rp2 juta-Rp7,5 juta.

Dijadwalkan petugas akan melakukan pemeriksaan ante-mortem hingga, Selasa (27/6/2023). Selain berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, petugas juga akan melakukan pemeriksaan di masjid, musala, maupun tempat pemotongan lain apabila ada permintaan dari masyarakat.

Di samping melakukan pemeriksaan ante-mortem, petugas juga akan melakukan pemeriksaan post-mortem yakni pemeriksaan yang dilakukan setelah hewan kurban disembelih guna memastikan daging yang dihasilkan dalam kondisi baik.

“Nanti juga ada pemeriksaan post-mortem kita turunkan tiga tim untuk tiga kecamatan. Kita akan dibantu dari mahasiswa dan Dokter Hewan dari PDHI Cabang X Kediri, jadi menyasar semua kelurahan di Kota Kediri,” terangnya.

Dengan pemeriksaan ini Ridwan berharap pemerintah dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat agar khusyu’ mengikuti ibadah Hari Raya Iduladha.

Lebih lanjut lagi, Ridwan juga berharap dengan dilakukan pemeriksaan ini maka pemerintah dapat memantau lalu lintas ternak di Kota Kediri sehingga dapat mengendalikan penyebaran penyakit menular, seperti: PMK, LSD, dan PPR. “Pesan untuk masyarakat belilah hewan yang sehat, performa bagus, dan yang memenuhi syarat kurban,” tandasnya. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini