Siswa Difabel dan PAUD Diajak ke Hutan, Ternyata Ini Tujuannya

Pasuruan – Sebanyak 20 siswa difabel Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) dan PAUD Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan diajarkan untuk peduli lingkungan. Melalui program Harmonisasi Merawat Bumi, PT Tirta Investama, Pasuruan mengajak para siswa menanam pohon di lereng Gunung Arjuno.

Aksi penanaman pohon di Blok Sapen, Desa Ledug, Kecamatan Prigen ini sebagai salah satu upaya menghijaukan kembali pasca kebakaran hutan beberapa waktu lalu. Kawasan Blok sapen merupakan satu lokasi dengan taman keanekaragaman hayati yang menjadi hutan asuh AQUA Pasuruan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sapen.

Kepala Pabrik AQUA Pandaan, Aditya Lukmansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengawali upaya menghijaukan kembali areal Gunung Arjuno.  Pihaknya juga mengajak pemangku kepentingan sebagai respon dan keperdulian atas kebakaran hutan yang menghanguskan lebih dari 800 hektar.

 “Kami sangat prihatin dengan kebakaran hutan yang terjadi lalu, karena kawasan yang kami konservasi sejak 2009 juga termasuk yang dilalap api. Tapi dengan semangat lestari kami tidak menyerah untuk menghijaukannya kembali, harmoni bersama kita semua yang hadir disini untuk merawat bumi”, kata Adit.

Menurutnya, peran pemangku kepentingan termasuk masyarakat didalamnya menjadi kunci supaya program bisa berjalan dengan baik dan terbentuk Harmoni dalam melestarikan alam.

Ketua LMDH Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kasiman menyatakan bahwa lestarinya daerah hulu akan membawa manfaat air untuk daerah tengah dan hilir. Peran aktif dari perusahaan yang berdiri di Kabupaten Pasuruan sangat membantu dalam upaya menghijaukan kembali hutan yang rusak.

 “Kami tidak mungkin bergerak sendiri merawat kelestarian hutan. Saya mengapresiasi inisiatif untuk mengenalkan siswa untuk menjaga hutan sejak dini,” kata Kasiman. (oen)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini