Soal Pembinaan Al-Zaytun, Menag: Tak Ada Hidden Curriculum

JAKARTA (Lenteratoday)-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pemerintah akan menjamin hak pendidikan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Kebijakan ini usai pimpinan ponpes, Panji Gumilang, ditahan polisi terkait penistaan agama.

Kata Yaqut, Kemenag mendapat tugas untuk melakukan pembinaan bagi guru dan santri di sana.“Kami mendapat tugas melakukan asesmen dan pembinaan terhadap seluruh guru dan anak didik yang ada di Al Zaytun. Prinsipnya bahwa pemerintah tidak akan membiarkan hak santri, hak anak, untuk bisa mendapatkan pendidikan,” ujar Menag dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (5/8/2023).

Pembinaan yang akan dilakukan menurut Menag juga termasuk untuk mengawasi proses pembelajaran Al Zaytun secara ketat.“Kami diminta untuk memastikan bahwa Az Zaytun ini sebagai lembaga pendidikan, anak-anak, santri-santri yang ada di sana tetap bisa mendapatkan pendidikan,” kata Menag.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jatim Minta PPIH Terapkan Tiga Prinsip Utama dalam Bertugas

“Tapi tentu di bawah pengawasan yang ketat dan tidak ada hidden curriculum di Al-Zaytun yang mengganggu masa depan bangsa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan pihaknya tidak boleh berkomentar terkait kasus penistaan agama yang menjerat Panji Gumilang karena itu merupakan ranah kewenangan kepolisian.

“Ya itu kan urusan polisi, bukan urusan saya. Kan polisi yang sudah menentukan Panji Gumilang ini tersangka sebagai penodaan agama. Nah kita serahkan ke polisi nanti deliknya seperti apa,” jelas dia.

Namun, Gus Men memastikan Kemenag bersedia bila diminta menghadirkan saksi ahli. “Kalau penodaan agama, kalau kita nanti dimintai saksi ahli gitu misalnya, kita akan siapkan. Apakah ini merupakan penodaan agama atau tidak? Kita bertugas menyiapkan saksi ahli, bukan mengomentari kasusnya, enggak boleh itu,” tandasnya.(*)

Reporter:dya,rls /Editor:widyawati


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini