Tinjau Pembangunan Pasar Induk Kota Batu, DPR RI Dorong Implementasi Konsep Ramah Lingkungan

BATU (Lenteratoday) – Komisi V DPR RI, melakukan kunjungan kerja spesifik (Kunfik) dengan meninjau langsung pembangunan Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Jumat (8/9/2023).

Dalam Kunfik tersebut, DPR RI memberikan apresiasi terhadap rampungnya pembangunan pasar ini. Di sisi lain, Komisi V DPR RI juga mendorong upaya Pemerintah kota (Pemkot) setempat, untuk mewujudkan konsep ramah lingkungan. Salah satunya dengan pengadaan Tempat Pengolahan Sementara (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R) di area Pasar Induk Among Tani.

“Tentunya kami ingin tahu kesiapan ketika para pedagang sudah masuk ke sini nantinya, bagaimana penataan para pedagangnya. Tadi juga kami lihat di sini nanti ada beragam pedagang, mulai kuliner sampai tekstil. Karena anggarannya menggunakan APBN juga cukup besar, yakni Rp 166 miliar lebih,” ujar Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Sadarestuwati, usai melakukan tinjauan, Jumat (8/9/2023).

Lebih lanjut, Restu juga memberikan apresiasinya terhadap desain dan fasilitas umum yang telah ada di pasar ini. Menurutnya, ketersediaan fasum seperti toilet umum, tangga di masing-masing lantai, serta kantong parkir, telah sesuai dengan standar pasar modern serta ramah terhadap penyandang difabel.

“Tadi kami melihat semua fasumnya sudah bagus, sangat bagus desainnya, tinggal bagaimana untuk pengelolaannya nanti,” seru Restu.

Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunfik) Komisi V DPR RI saat meninjau langsung pembangunan Pasar Induk Kota Batu, Jumat (8/9/2023). (Santi/Lenteratoday)

Sementara itu, dalam konteks konsep ramah lingkungan, Restu menyatakan bahwa keberadaan TPS 3R juga menjadi perhatian utama pada kunjungannya ini. Pihaknya menegaskan, TPS 3R harus segera diimplementasikan, mengingat hal tersebut merupakan peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Fraksi PKS DPR : Masyarakat Berharap Putusan MK Meluruskan Kembali Watak Demokrasi Indonesia

“Kebersihan dan ketertiban para pedagang juga harus diutamakan. Karena melihat megahnya pasar ini, ketika tidak terawat dengan baik, nanti kasian para pengunjungnya. Karena yang perlu dikembangkan dan menjadi catatan, adalah ini belum ada pengelolaan sampahnya. Belum ada TPS 3R, harus dipersiapkan karena memang setiap pasar harus ada itu,” paparnya.

Diakhir, Restu juga menyampaikan harapannya agar pedagang lama dapat masuk ke pasar ini tanpa kendala apapun. Oleh karenanya, pihaknya mendorong perencanaan yang matang untuk mengatasi perkembangan yang mungkin terjadi nantinya. “Jangan sampai para pedagang lama itu kesulitan untuk berjualan di sini karena tidak mendapatkan tempat,” tutupnya.

Menanggapi kunjungan yang dilakukan oleh Tim Kunfik Komisi V DPR RI ini. Kepala Diskoperindag Kota Batu, Eko Suhartono, menyampaikan bahwa respons positif Tim Komisi V telah diterima dengan baik. Pihaknya juga mengaku akan segera memperbaiki catatan, termasuk penyediaan TPS 3R yang akan diwujudkan sesegera mungkin.

“Alhamdulillah responnya positif tapi memang ada beberapa catatan dan kami akan perbaiki itu. Salah satunya yakni ketersediaan TPS 3R. Insyaallah akan kami wujudkan sesegera mungkin,” tegas Eko.

Kepala Diskoperindag Kota Batu, Eko Suhartono, saat menjelaskan bagian-bagian Pasar Induk kepada Tim Kunfik Komisi V DPR RI, Jumat (8/9/2023). (Santi/Lenteratoday)

Sebagai informasi, sejak pembangunannya dirampungkan pada Mei 2023 lalu. Pasar Induk Among Tani Kota Batu direncanakan mampu untuk menampung sebanyak 3306 pedagang. Sampai saat ini, proses penempatan para pedagang masih dilakukan secara bertahap, sesuai dengan nomor undian kios yang telah dibagikan.(ADV)

Reporter: Santi Wahyu/Editor:Widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini