Warga Gelar Pelatihan Mandiri Pembuatan Minuman Tradisional Kabupaten Kediri

Kediri – Inisiatif Rinawati, warga Desa Tilik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, berbagi keterampilan membuat minuman tradisional patut diacungi jempol. Menggelar pelatihan secara mandiri pembuatan berbagai olahan minuman segar dan menyehatkan berbahan dasar rimpang, jeruk lemon, dan bunga rosela.

Ide Rinawati membuat pelatihan ini bermula dari pengamatan melihat banyak anak-anak yang mengonsumsi minuman instan tanpa mengerti akibat bagi kesehatan. Sehingga dirinya mengajak warga sekitar, komunitas ibu-ibu, serta warga dari desa lain untuk mengikuti pelatihan pembuatan minuman berbahan baku rimpang, jeruk lemon, dan bunga rosela.

“Pesertanya dari Bogo, Pagu, Plosoklaten, Kayen Kidul, Papar, Wates, dan ibu-ibu anggota paguyuban wong Kediri, dan grup desa,” ucap Rina.

Dalam pelatihan tersebut, diajarkan sejumlah materi mulai pengenalan bahan baku, menunjukkan peralatan dan takaran yang diperlukan dalam proses produksi, pembersihan bahan baku, langkah-langkah pembuatan minuman, sekaligus secara langsung mempraktikkan pembuatan minuman, dan proses pengemasan. Selain itu, juga berbagi materi pemasaran yang membahas tentang packaging, logo, dan pemasaran.

Baca Juga :  Kebakaran Kantor Ketahanan Pangan Kota Kediri Ludeskan Dokumen Penting dan Stok Vaksin PMK

Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan semangat ibu rumah tangga meningkatkan ekonomi keluarga, dan terbentuk kelompok usaha dalam bidang pengolahan rimpang dan bunga rosela. Pasalnya, jika dipasarkan sebagai produk olahan, maka akan mempunyai nilai jual tinggi. Terlepas dari hal itu, para peserta pelatihan juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semakin banyak masyarakat mengonsumsi minuman menyehatkan.

Rinawati mengaku dengan adanya pelatihan bagi warga nantinya semakin banyak orang dari luar kota yang mengetahui produk minuman menyehatkan dari Kabupaten Kediri. Sehingga nanti pada proses pemasarannya semakin mudah dan banyak warga dari luar kota yang datang untuk membeli produk tersebut.“Hal ini tentunya akan berdampak pada perekonomian warga dan petani karena bahan baku tersebut tersedia di pertanian dan perkebunan Kabupaten Kediri,” tutupnya. (gos/adv)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini