Banjir Bandang Bondowoso, Ratusan Rumah Rusak

Bondowoso – Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, banjir bandang di kawasan Ijen, menyebabkan lima rumah rusak berat dan merendam 214 unit hunian lainnya.

Selain itu juga ada 856 orang mengungsi, serta ada 4.000 lebih warga yang terdampak. Diantara kerusakan yang terjadi di desa Sempol yaitu 38 rumah rusak ringan di RT 1, 28 rumah dan 3 bangunan kantor  mengalami rusak ringan. Kemudian di desa Kalisat ada 143 rumah rusak berat dan ringan meliputi RT 3,5,8,9,10,11, dan 12.

Menyikapi hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak terkait menyiagakan tim selama 24 jam untuk menangani banjir bandang di Kabupaten Bondowoso. Khofifah sendiri bersama Kalaksa BPBD, Kadis Binamarga, Kadis Sosial, Biro Umum, Kadis Kesehatan serta Kadis Sumberdaya Air turun langsung ke lokasi bencana, Kamis (30/1/2020).

“Saya koordinasi langsung dengan Bupati Bondowoso. Saya juga meminta kepada BPBD dan OPD terkait langsung turun gerak cepat sambil koordinasi dengan OPD kabupaten Bondowoso untuk mengambil langkah cepat mengatasi segala hal yang disebabkan akibat banjir bandang dengan menyiagakan tim selama 24 jam penuh. Saya juga turun langsung pagi ini memastikan proses penanganan pasca banjir bandang ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Kembali Lantik 6 Pejabat Eselon II

Gubernur Khofifah juga sudah kordinasi langsung dengan Bupati Bondowoso, serta  meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD terkait di Provinsi Jatim, langsung  turun dan kordinasi bersama BPBD dan OPD  Kabupaten Bondowoso.

Seperti diketahui, hujan deras terjadi di kawasan gunung di Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/1/2020). Sayangnya, kawasan hutan tersebut saat musim kemarau banyak terjadi kebakaran hutan. Sehingga saat hujan deras menimbulkan banjir bandang di wilayah Desa Sempol dan Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso.

Berdasarkan data sementara BPBD Jatim, warga terdampak pada desa Kalisat sebanyak 2028 jiwa dan Desa Sempol sebanyak 1996 jiwa. Rumah terkena lumpur dan tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang tersebut.

Dijelaskan, saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bondowoso, Polsek, Dinkes Bondowoso, Koramil dan Agen bencana telah melakukan pendataan, evakuasi dan penanganan darurat. Juga dilakukan pembersihan jalan menggunakan alat berat.

Berdasarkan hasil laporan dari BPBD Jatim, jelasnya, masyarakat yang terdapak telah dievakusi di lokasi aman, di rumah-rumah penduduk yg aman.

“Warga terdampak mengungsi di rumah tetangga/saudara yang lebih aman. Berbagai elemen instansi pemerintah, TNI, POLRI dan relawan bergotong royong membersihkan lingkungan yang terdampak banjir bandang ,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.

“Semoga warga kedua desa ini dapat segera melanjutkan kehidupan seperti semula,” pungkas Gubernur Khofifah. (hms)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini