Di Penghujung Tahun, DPUPRPKP Kota Malang Masih Perbaiki Gorong-gorong dan Jembatan

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terus lakukan perbaikan infrastruktur jalan menjelang akhir tahun 2022. Setidaknya, terdapat beberapa proyek gorong-gorong dan jembatan, yang dikebut oleh DPUPRPKP, dan diklaim akan rampung di akhir tahun ini.

“(Perbaikan) gorong-gorong masih 85 persen. Ya, memang suatu akibat dari pembangunan itu pasti ada (kemacetan). Maklum. Tapi kan yang menikmati nantinya masyarakat kalau sudah selesai,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, M Nur Cholis, saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (19/12/2022).

Salah satu proyek gorong-gorong yang berada di Jl. Terusan Dieng, dikatakannya akan rampung di akhir tahun 2022 ini. Padahal, pada kesempatan sebelumnya, Kepala DPUPRPKP menyebut proyek tersebut selesai di tanggal 25 Desember 2022.

Cholis mengaku, pengerjaan gorong-gorong Dieng saat ini tengah dalam tahap pengaspalan, hingga pemasangan beton manhole atau bak kontrol yang ditempatkan pada saluran air. Menurutnya, kondisi cuaca juga sangat mempengaruhi lambatnya penyelesaian proyek tersebut.

“Sekarang pengembalian tanah, sama pengaspalan, sama manhole. Kalau pengembalian tanah itu harus pakai pasir dan batu (sirtu). Bukan pakai tanah urukan yang lama. Jadi dari pemadatan itu yang agak lama. Targetnya akhir tahun gorong-gorong Dieng,”

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan Jelang Nataru, Ini Langkah Dishub Kota Malang

Terlepas dari pengerjaan gorong-gorong Dieng. Cholis juga menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menggarap perbaikan jembatan Oro-oro Dowo. Berbeda dengan tenggat waktu gorong-gorong Dieng. Cholis optimis perbaikan jembatan yang menjadi penghubung Jl. Jaksa Agung Suprapto IIE, dengan Oro-orong Dowo gang 13 ini, akan rampung sebelum tanggal 25 Desember 2022.

“Kalau jembatan Oro-oro Dowo sudah 80 persen. Jadi nanti sebelum tanggal 25, insyaallah sudah selesai. Sudah bisa dilintasi oleh masyarakat seperti biasanya,” urainya.

Dijelaskannya, jembatan yang sebelumnya memakai lapisan kayu sebagai alas tersebut, akan diganti menggunakan alas papan bordes. Dengan pergantian alas jembatan, Cholis berharap agar umur jembatan Oro-oro Dowo lebih kokok, dibanding saat menggunakan alas papan kayu.

“Biasanya lapisan atas kan pakai kayu. Nah kayunya setelah dicek ternyta banyak yang lapuk. Kita akhirnya evaluasi, kita ganti pakai bordes. Itu lebih tebal dengan menghitung beban. Kalau kayu atasnya (harus) ada aspalnya. Kalau bordes gak ada aspalnya, jadi murni papan bordes saja,” terangnya.

Sebagai informasi, selain jembatan Oro-oro Dowo dan Gorong-gorong Dieng. Saat ini DPUPRPKP juga tengah disibukkan dengan tugas akhir tahun, yakni pengerjaan saluran drainase di Jl. Sumbersari, Lowokwaru. Serta pengerjaan jembatan Sudimoro. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor:widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini