Dokumen Kependudukan Tak Lagi Gunakan Kertas Khusus, Negara Hemat Rp 450 M

Surabaya – Inovasi Kementerian Dalam Negeri yang tidak lagi menggunakan kertas khusus untuk Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan akta kematian mampu menghemat keuangan negara hingga Rp 450 miliar. Inovasi ini seiring dengan inovasi mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) untuk pelayanan data kependudukan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Carnavian dalam acara Launching dan Penyerahan Mesin Anjungan Dukcapil di Grand City, Surabaya, Jumat (31/1/2020), menjelaskan untuk pencetakan data kependudukan itu cukup menggunakan kertas biasa. “Sudah tidak ada kertas khusus dengan pengaman dan sebagainya, jadi ini lebih hemat dan menghemat keuangan negara hingga Rp450 miliar,” tandasnya.

Hal ini bisa dilakukan karena semua data kependudukan sudah masuk dalam data base pusat, sehingga sudah tidak dapat dipalsukan lagi. Data base itu terkait dengan tiga kunci yaitu sidik jadi, iris mata dan wajah. “Ketiganya itu tidak akan bisa dipalsukan, kecuali dengan teknik tertentu dan saya belum tahu,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Dispenduk Capil Kabupaten Kediri Prediksi Rekam 32.000 KTP Pemula

Tito menandaskan, dengan adanya mesin ADM dan juga tidak lagi menggunakan kertas khusus ini, maka masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dokumen kependudukan mereka. Masyarakat yang berada di daerah lain tidak perlu susah susah pulang untuk mengambil dokumen tersebut, namun sudah bisa mencetak di tempat lain.

“Meski bisa mencetak ditempat lain, semua tetap dijamin aman tidak akan bisa memalsukan, sebab untuk KK dan Akte kelahiran ini hanya bisa mencetak saja tidak bisa merubah,” tandasnya.

Disatu sisi, Tito juga mengatakan anggaran untuk pengadaan bahan KTP tahun ini juga sudah siap. Dia memastikan antrean pencetakan KTP sudah bisa tuntas, terlebih lagi dengan adanya ADM ini. Demikian juga blanko KTP, Tito memastikan semua sudah siap. (ufi)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini