SEORANG anak perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia diduga akibat penyakit hepatitis akut ‘misterius’ yang belum diketahui penyebabnya. Terkait hal ini Dinkes Provinsi Jatim telah mengirim laporan (sampel) ke Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta. Ditegaskan kasus tersebut masih berstatus classification pending. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) kemungkinan dapat meningkatkan kasus Hepatitis Akut pada anak-anak. Meski demikian belum ada rekomendasi resmi terkait sekolah daring (online) lagi. Anak usia 16 tahun ke bawah dinilai paling rentan. Kebanyakan dari virus-virus dugaan, penularannya melalui saluran cerna dan saluran napas.Pemerintah pun meminta masyarakat waspada dan segera melakukan pemeriksaan bila ada gejala. Menko PMK Muhadjir Effendy pun memastikan seluruh biaya RS terhadap pasien anak bergejala ichterus (kuning) dan hepatitis ditanggung oleh BPJS Kesehatan.BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINIhttps://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/09052022.pdf
[3d-flip-book id="95832" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/05/09052022.pdf">