Ini Bahaya Konsumsi Makanan Berlemak secara Berlebihan saat Lebaran

SURABAYA (Lenteratoday)- Saat Lebaran tiba, hidangan seperti opor ayam, rendang, dan hidangan berlemak lainnya tersedia di atas meja makan. Sayangnya, konsumsi hidangan berlemak secara berlebihan akan berbahaya bagi tubuh. 

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, jika melebihan kandungan lemak dalam tubuh akan menyebabkan kadar kolesterol meningkat. 

“Meski boleh konsumsi lemak tapi harus paham batasan, sehingga tidak terlalu banyak konsumsi lemak,” kata Lailatul, Jumat (12/04/2024).

Ia menjelaskan, batas konsumsi lemak dalam sehari sekitar 25 sampai 30 persen kalori. Misalnya dalam sehari butuh rata-rata 2.000 kkal, berarti kebutuhan lemaknya 500 kkal, atau setara 55,5 gram lemak. 

“Kalau konsumsi tidak lebih dari 55,5 gram masih aman tapi perlu memperhatikan jenis lemaknya, pilih lemak yang tidak jenuh,” jelasnya.
Ia mengungkapkan  beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi lemak berlebih. Misalnya seperti memilih dada ayam tanpa kulit untuk menu opor ayam, atau daging sapi tanpa lemak untuk menu rendang.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik Lebaran, 20 Ribu Kendaraan Mulai Tinggalkan Wilayah Malang

“Selain itu jangan lupa kombinasi sayur dan buah yang kaya serat, serta perbanyak minum air putih. Jadi tidak hanya makan yang bersantan dan berlemak saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika makanan yang mengandung kolesterol tetap bermanfaat bagi tubuh. Tapi dengan catatan kolesterol tersebut merupakan kolesterol baik seperti alpukat, telur, hingga jenis minyak tertentu.
“Lemak telur itu masih aman, terutama kuning telur. Meskipun kuning telur mengandung kolesterol tinggi tapi tidak harus dihindari, hanya perlu ada batasan. Kalau bahan minyak alternatifnya seperti olive oil atau minyak jagung lebih sehat,” tuturnya.
Lailatul menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada meski lebaran telah tiba. Terlebih lagi pada masyarakat yang memiliki riwayat kadar kolesterol yang tinggi. 

“Kita mengetahui kadar kolesterol tinggi itu dari cek darah. Gejalanya ada yang sampai kram, bahkan bisa mengalami penurunan nafsu makan. Sebenarnya gejalanya banyak, tapi bagi masyarakat yang punya riwayat kolesterol tinggi mestinya lebih paham tanda yang terjadi pada tubuhnya,” tukasnya.

Reporter: Amanah (mg)/Editor: widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini