Jatim Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Regional Saat Tren Inflasi Nasional Naik

SURABAYA (Lenteratoday) – Provinsi Jawa Timur dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi regional ketika momentum Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 H yang rawan goyang, karena inflasi secara nasional trennya naik.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj.) Gubernur Jatim, Adhy Karyono yang bahwa di tengah tren inflasi yang meningkat di beberapa provinsi maupun kabupaten/kota lain selama Ramadhan, Jatim berhasil untuk mempertahankan angka inflasi tahunan (year on year).

“Secara nasional di beberapa daerah inflasi naik, tapi Jatim berhasil mempertahankan inflasi sebesar 3,04 poin. Angka ini dibawah rata-rata nasional dan berada dalam rentang yang wajar bagi pemerintah, yaitu 2,5% plus minus,” katanya, Kamis(18/04/2024).

Adhy menjelaskan bahwa dalam konteks ekonomi regional, Jatim berhasil menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga terjangkau meskipun tren inflasi sedang naik. ” Saya ambil contoh harga beras, di Jatim harga beras lebih terjangkau dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa dan Jatim selalu dapat menyediakan beras dengan harga yang rendah dan terjangkau,” jelasnya.

Adhy menambahkan kestabilan ekonomi regional di Jatim ini bukan terjadi tanpa upaya, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya seperti peningkatan produksi dan distribusi bahan pokok. Sehingga komoditas strategis seperti beras, dapat tersedia dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Baru 9,35% Jalani Rapid Test, Sudah Ada 19 Pegawai Pemprov Jatim Positif Covid-19

Selain itu, ketersediaan komoditas lain seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji juga terpenuhi dengan baik dan mengalami peningkatan signifikan sebesar 17%, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama saat periode Ramadhan hingga Lebaran.

“Ketersediaan sembako itu penting begitu juga harganya, selain itu BBM dan elpiji juga tidak kalah penting. Apalagi ketika momentum Ramadhan dan Lebaran lalu. BBM kan sebagai penunjang mobilitas untuk mudik, meskipun angka pergerakan mudik di Jatim tinggi yakni sebesar 31,2 juta orang. Provinsi paling banyak pergerakan pemudik, tapi semuanya tetap berjalan lancar, moda darat, laut, udara semuanya baik,” imbuhnya.

Adhy turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Pemprov Jatim dan stakeholder, atas dedikasi dan usaha dalam menjaga kestabilan ekonomi regional.

“Kami berterimakasih atas kinerja dan upaya maksimal yang telah diberikan, tanpa sinergi dan komitmen yang kuat dari kita semua, tentu pencapaian ini akan sulit untuk tercapai,” pungkasnya.

Reporter:Pradhita(mg).Editor:Ais

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini