Mengenal Lebih Jauh Masjidil Haram

Surabaya – Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah ditutup untuk sementara waktu. Pemerintah Arab Saudi melakukan penutupan itu sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Selama penutupan dua masjid suci itu akan disterilisasi.

Otoritas Arab Saudi memberlakukan sejumlah aturan terkait penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Area di kedua masjid itu akan ditutup satu jam selepas waktu Sholat Isya dan dibuka kembali satu jam menjelang Shubuh. Selama masa penutupan, jemaah dilarang iktikaf di Masjidil Haram, juga Masjid Nabawi.

Diketahui bersama, selama ini Masjidil Haram tak pernah sepi oleh jemaah, baik di musim haji maupun di luar itu sebab banyak juga yang melakukan ibadah umroh. Masjidil Haram dengan Kakbah ini menjadi salah satu tujuan haji dan umrah. Ada jutaan jamaah setiap tahunnya. Masjid ini terdiri dari halaman tengah berbentuk persegi panjang yang dikelilingi dengan area sholat dan tempat tawaf untuk mengelilingi Kakbah.

Masjidil Haram bisa menampung jemaah hingga lebih dari 820.000 jamaah. Berikut kami himpun sejumlah fakta mengenai Masjidil Haram:

  1. Sejarah
    Dikutip dalam buku berjudul “1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Makkah: Misteri Unik Pusat Titik Bumi dalam Sejarah Manusia” oleh Asima Nur Salsabila, masjid ini dibangun secara permanen oleh Sayyidina Umar bin Al Khattab pada tahun 638 M. Dari masa ke masa, Masjidil Haram selalu mengalami pembaharuan dan perluasan dengan diprakarsai oleh raja-raja Islam yang selalu memberikan perhatian terhadap Masjidil Haram. Pembangunan besar-besaran dalam sejarah diprakarsai oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz yang bergelar “Pelayan Dua Tanah Haram Mekkah dan Madinah”.
  2. Bangunan Masjidil Haram
    Masjid ini memiliki luas lebih dari 356.000 meter persegi. Masjidil Haram bisa menampung lebih dari 820.000 jemaah. Masjidil Haram disebut sebagai masjid terbesar di dunia. Masjid yang melingkari Kakbah ini menjadi tempat yang mustajab karena sholat di masjid ini lebih utama daripada sholat seratus ribu kali di masjid lain. Begitupun dengan berdzikir, berdoa, bersedekah dan beramal baik lainnya.
  3. Arah Kiblat
    Magnet kuat yang menjadi kiblat umat Islam di Masjidil Haram adalah Kakbah. Kakbah berbentuk kubus dengan ukuran panjang 13 meter, lebar 11 meter dan tinggi 12 meter. Kakbah dibangun dari batu dan ditutupi dengan kain hitam.
  4. Tanah Haram
    Dikatakan Tanah Haram karena tanah ini diharamkan bagi umat lain selain umat Muslim. Para ulama mengatakan karena di dalam tanah ini berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita untuk melakukan beberapa hal seperti berburu, mengangkat senjata hingga mematahkan tumbuhan.
  5. Ribuan Umat Muslim Tawaf
    Saat mengunjungi Masjidil Haram, ribuan orang dari berbagai belahan dunia terlihat bergerak seirama memutari Kakbah sambil berdoa dan mengagungkan nama Allah SWT.
  6. Pernah Dilanda Banjir
    Banjir pernah melanda Masjidil Haram dan akibatnya membuat Kakbah kosong. Menurut Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dalam buku ‘Ka’bah Rahasia Kiblat Dunia’. Peristiwa ini terjadi pada masa Imam Abu Al-Walid Muhammad Al-Azraqi yang dikenal sebagai sejarawan Makkah.
Baca Juga :  Trending: Mobil Nyelonong Tabrak Pintu 89 Masjidil Haram

Sejarahnya, pada tahun 253 H (867 M) Masjidil Haram pernah terendam banjir hingga Kakbah terendam banjir dan rumah-rumah penduduk ikut terendam. Akibatnya, Kakbah sepi dari aktivitas ibadah.

Dan pada 593 H (1197 M) Kakbah kembali terendam banjir. Posisi air mencapai dua jengkal di atas Hajar Aswad. Selain itu banjir kembali membuat Kakbah sepi karena banjir melanda pada 669 H (1271 M) dan pada tahun 1242 H (1827) Kakbah pernah terkena banjir.

Dan di zaman yang lebih modern sekitar tahun 1941, banjir menyerang Kakbah. Dan tahun 2009 dan 2012 hujan deras tidak sampai merusak Kakbah hanya menggenangi area disekitarnya saja. (har/ins)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini