Pemerintah Permudah KUR untuk IKM

Surabaya – Untuk meningkatkan pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) pemerintah mempermudah kredit usahara rakyat (KUR). Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Gati Wibawaningsih saat menghadiri rapat kerja Forum IKM 2020 di Gedung Remaja, Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Kamis (23/1/2020).

Dia menandaskan, anggaran KUR mencapai total Rp 190 trilun dan aturannya juga dipermudah. Dimana, KUR dengan nominal Rp 50 juta bisa tanpa agunan, bahkan, bunganya saat ini turun, yakni 6 % setahun, dan kedepan akan disetting semakin turun lagi.

Dirinya menjelaskan, KUR Rp 50 juta tanpa agunan bisa digunakan sebagai bahan baku, seperti beli mesin dan peralatan. Tapi jika diatas Rp 50 juta tetap pakai agunan. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga memiliki program restrukturisasi, guna mempermudah para pelaku UKM untuk modal bahan baku.

“Misalnya anda membeli mesin, jika mesinnya impor, maka pemerintah bayar 25% dari harga mesin. Jika mesinnya produk dalam negeri, pemerintah akan membayar 30% dari harga mesin tersebut. Jadi kami membina dari hulu sampai hilir, dari mulai bahan baku sampai dengan pasar. Untuk bahan baku kami akan dirikan yang namanya Material Center,” tuturnya.

Lebih lanjut Dirjen Gati menjelaskan, untuk proses produksi, pihaknya memiliki program pembinaan, pelatihan ataupun bimbingan teknis, dengan melibatkan balai-balai dan akademisi. Di Jatim, balai-balai milik Kementerian Perindustrian sudah tersebar diberbagai lokasi. Hal ini karena industri-industri kecil di Jatim sangat banyak.

Baca Juga :  Pemkot Malang Jembatani Pengajuan KUR Pedagang Malang Plasa dengan Perbankan

“Alhamdulillah, pemerintah daerahnya paling top adalah Jawa Timur, bahkan pertumbuhan ekonominya paling tinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya. Jadi, benar Jawa Timur ini orangnya jempolan seperti bapak dan ibu sekalian. Untuk pasar, kami punya program yang namanya e-smart IKM, untuk membina IKM agar bisa berjualan secara digital,” katanya.

Dia juga memuji langkah Ketua Dekranasda Jatim yang telah menggelar kompetisi Desain Produk dan Kriya dengan teknologi 3D Printing. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah yang sangat brilian untuk memajukan sektor IKM di era industri 4.0.

“Kita bersyukur Jatim memiliki Ibu Arumi selaku ketua Dekranasda. Baru kali ini, Ketua Dekranasda mempunyai pemikiran membuat kompetisi seperti ini. Ini adalah cara yang paling bagus untuk memberikan gairah, dan kesempatan bagi IKM untuk berinovasi dan memproduksi produk-produk dengan memanfaatkan teknologi, seperti 3D printing,” pujinya.

Pentingnya mengembangkan IKM, imbuh Dirjen Gati, karena IKM memegang peranan penting bagi tumbuhnya industri, yang merupakan prime mover economy (penggerak utama ekonomi) bangsa ini. Artinya, jika tidak ada industri, maka para pelaku IKM tidak memproduksi barang, jika tidak ada produksi barang, maka bangsa ini harus impor barang. (ist/ufi)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini