Pemkab Blitar Tanggap Bencana Dengan Aplikasi SIKK

Blitar – Sebagai upaya tanggap menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten (SIKK).

Peluncuran aplikasi tersebut diawali dengan sosialisasi kepada seluruh pegawai BPBD dan Dinas Kominfo, dengan sosilisasi ini diharapkan adanya kesiapan untuk memanfaatkan aplikasi tersebut. “Setelah disosialisasikan ke internal, selanjutnya diteruskan ke kecamatan sampai tingkat desa,” tutur Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto.

Dijelaskan Eko, komunikasi merupakan salah satu hal penting dalam penanggulangan bencana, melalui komunikasi dan koordinasi yang baik akan memudahkan mengurangi resiko bencana yang terjadi. “Aplikasi Sistem SIKK didukung oleh Sistem Informasi Desa (SID), yaitu program kerjasama BPBD dengan UNDP saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud,” jelasnya.

Saat ini di Kabupaten Blitar sudah memiliki 2 desa yang menerapkan SID yaitu Desa Karangrejo Kecamatan Garum dan Desa Modangan Kecamatan Nglegok. “Kedua desa Karangrejo dan Desa Modangan, kini menjadi pelopor SID untuk sumber informasi di wilayah desa,” ungkap Eko.

Baca Juga :  Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada 3 Daerah di Jatim Masih Ada Kendala

Harapanya semua desa memiliki SID, untuk memudahkan akses informasi. Bahkan SID ini juga berpengaruh besar terhadap penanggulangan dan mengurangi resiko bencana. “Serta membantu BPBD melaksanakan tugas dan fungsinya, karena itu kerjasama masyarakat dan BPBD terkait informasi kebencanaan sangat penting. Sehingga saat terjadi bencana penanggulangan bisa terkoordinasi, terukur, terarah dan efektif,” tandas Eko.

Eko menyampaikan jika SIKK ini dibuat untuk mempermudah akses informasi terkait data terbaru kebencanaan, penanggulangan dan pengurangan resiko bencana. “Sedangkan SID merupakan salah satu cara, untuk mendukung aplikasi SIKK,” ujarnya.

Selain untuk memperoleh informasi kebencanaan, SID ditingkat desa ini juga bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi potensi desa maupun pelayanan masyarakat terkait data – data kependudukan, kesehatan, maupun pendidikan beber Eko.

Ditambahkan Eko dengan adanya aplikasi SIKK tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga pendataan kebencanaan lebih mudah dan penyebaran informasi jadi lebih cepat dan akurat. “Masyarakat juga bisa melaporkan adanya bencana melalui aplikasi tersebut, sehingga bisa dengan cepat diambil tindakan,” pungkasnya. (ais)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini