Peneliti Ungkap 4 Rahasia Makan yang Bikin Orang Panjang Umur

Usia adalah salah satu rahasia Tuhan yang tidak dapat diketahui oleh siapapun. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan manusia untuk memperpanjang usia hidup, yakni melalui pola makan sehari-hari.

Melansir dari CNBC Make It, penulis buku The Blue Zones Solution, Dan Buettner telah meneliti orang-orang dengan umur terpanjang di dunia.

Dari penelitiannya, laki-laki berusia 63 tahun ini menciptakan istilah “Zona Biru” yang merujuk pada tempat-tempat di seluruh dunia yang dihuni oleh penduduk dengan rentang hidup melebihi harapan hidup rata-rata.

Wilayah Zona Biru yang dimaksud adalah Ikaria, Yunani; Okinawa, Jepang; Wilayah Ogliastra, Sardinia, Italia; Loma Linda, California, Amerika Serikat (AS); dan Semenanjung Nicoya, Kosta Rika.

Melansir dari npr, para peneliti menemukan bahwa rata-rata masyarakat yang tinggal di Zona Biru berusia lebih dari 100 tahun.

“Saya telah menghabiskan 20 tahun untuk mempelajari orang-orang yang berumur panjang dan saya tahu apa yang mereka lakukan agar bisa berumur panjang,” kata Buettner kepada CNBC Make It, dikutip Senin (18/3/2024).

Lantas, bagaimana diet panjang umur ala masyarakat Zona Biru? Berikut 4 rangkaian diet alias pola makan yang dibuat dan diterapkan Buettner berdasarkan “resep” Zona Biru demi tetap sehat seiring bertambahnya usia.

1. Makan dalam Jangka Waktu 10 hingga 12 Jam

Buettner mengungkapkan bahwa masyarakat Zona Biru yang berumur panjang cenderung mengonsumsi makanan dalam jangka waktu 10 hingga 12 jam sehari. Dengan demikian, pola makan yang diterapkan hanya dua kali sehari.

“Saya tahu bahwa orang yang berumur panjang mengonsumsi sebagian besar kalorinya dalam waktu sekitar 10 atau 12 jam. Jadi saya biasanya hanya makan dua kali sehari,” ungkap Buettner.

Biasanya, Buettner cenderung makan pertama dalam sehari pukul 11.00. Kemudian, makan kedua dalam sehari alias makan malam dilakukan pada pukul 19.00.

2. Mengonsumsi Kacang saat Sarapan dan Makan Malam

Berdasarkan hasil penelitiannya, Buettner menemukan bahwa orang yang makan kacang-kacangan dengan porsi secangkir sehari cenderung hidup empat tahun lebih lama daripada yang tidak mengonsumsi kacang dengan porsi tersebut.

“Saya selalu berusaha menambahkan kacang-kacangan dalam dua menu makan harian saya,” kata Buettner.

“Saya memulai hari saya dengan Minestrone Sardinia yang mengandung tiga jenis kacang-kacangan dan sekitar lima jenis sayuran,” imbuhnya.

Selain kacang-kacangan, Buettner juga menambahkan potongan cabai merah yang kaya akan kandungan capsaicin untuk membantu meningkatkan metabolisme. Lalu, ia juga menambahkan sedikit oregano dan rosemary untuk membantu menurunkan peradangan dan meningkatkan antioksidan.

 3. Sering Makan Nabati di Luar Rumah

Meskipun makan malam di luar rumah bukanlah pola makan untuk memperpanjang umur, Buettner mengaku tetap melakukan hal ini karena merupakan bagian dari rutinitasnya sehari-hari.

“Sulit untuk makan makanan yang benar-benar sehat saat pergi keluar, ke mana pun Anda pergi,” ujar Buettner.

Meskipun demikian, Buettner menyebut bahwa ia selalu berusaha untuk selalu mengonsumsi makanan nabati saat berada di luar rumah, seperti kacang cannellini, bayam, dan kentang panggang.

Biasanya, Buettner sering ke restoran India untuk mengonsumsi ragam jenis menu olahan nabati, seperti tahu kari merah atau hijau dan buncis.

4. Tidak Mengonsumsi Daging

Dalam menjalankan dietnya, Buettner mengatakan bahwa sekitar 98 persen menu makanannya adalah berbahan dasar nabati atau tanaman. Bahkan, ia tidak mengonsumsi daging sama sekali, sesuai dengan kebiasaan masyarakat Zona Biru.

“Saya tidak makan daging sama sekali dan orang-orang di Zona Biru memang sedikit makan daging,” kata Buettner.

“Saya pikir pola makan panjang umur mungkin memberikan kesempatan untuk makan daging seminggu sekali atau lebih tanpa terlalu membahayakan,” lanjutnya (*)

Sumber: CNBC|Editor: Arifin BH

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini