
JAKARTA,LETRA.ID- Wilayah Indonesia akan mengalami fenomenaalam yang disebut sebagai hari tanpa bayangan. Hal itu terjadi di seluruhnegeri ini.
"Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomenaketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasiMatahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai KulminasiUtama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat ataudi titik zenit," demikian disebut di website BMKG., Selasa (10/9).
"Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat'menghilang', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saatterjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,"imbuh mereka.
Fenomena ini dimulai sejak 8 September di Sabang, Aceh,hingga 20 Oktober 2019 di Seba, NTT. Kata BMKG, hari tanpa bayangan munculkarena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit denganbidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.
Akun Instagram resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional(Lapan) RI, @lapan_ri, mengunggah postingan penjelasan dan dampak hari tanpabayangan. Yang pertama adalah matahari menjadi lebih terik. Matahari melintasdi atas kepala sehingga saat itu matahari lebih terik (~9%) dibandingkan saatsolstice.
Solstice merupakan momen saat matahari berada di titikpaling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas ataumusim dingin. Tidak ada perubahan kecepatan/percepatan di bumi/matahari saatfenomena ini.
Kedua, terjadi pula perubahan musim di Indonesia. Perubahanposisi tampak matahari menyebabkan perubahan musim di bumi, misalnya empatmusim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.(kcm,ins)
Jadwal hari tanpa bayangan di Indonesia:
Sumatera:
- Banda Aceh - 9 September - 12.36 WIB
- Medan - 14 September - 12.21 WIB
- Pekanbaru - 22 September 12.07 WIB
- Padang - 25 September - 12.10 WIB
- Tanjung Pinang - 21 September 11.55 WIB
- Jambi - 27 September - 11.56 WIB
- Bengkulu -3 Oktober - 11.50 WIB
- Palembang - 1 Oktober - 11.50 WIB
- Pangkal Pinang - 29 September - 11.46 WIB
- Bandar Lampung - 7 Oktober 11.46 WIB
Kalimantan:
- Pontianak - 23 September 2019 - 11:35 WIB
- Palangka Raya - 29 September 2019 - 11:14 WIB
- Banjarmasin - 2 Oktober 2019 - 12:11 WITA
- Tanjung Selor - 16 September 2019 - 12:05 WITA
- Samarinda - 24 September 2019 - 12:03 WITA
Jawa:
- Jakarta - 9 Oktober 2019 - 11:40 WIB
- Serang - 9 Oktober 2019 - 11:42 WIB
- Bandung - 11 Oktober 2019 - 11:36 WIB
- Semarang - 11 Oktober 2019 - 11:25 WIB
- Yogyakarta - 13 Oktober 2019 - 11:24 WIB
- Surabaya - 12 Oktober 2019 - 11:15 WIB
Bali dan Nusa Tenggara:
- Denpasar - 16 Oktober 2019 - 12:04 WITA
- Mataram - 16 Oktober 2019 - 12:01 WITA
- Kupang - 20 Oktober 2019 - 11:30 WITA
- Manado - 19 September 2019 - 11:34 WITA
Sulawesi, Maluku dan Papua:
- Gorontalo - 22 September 2019 - 11:40 WITA
- Palu - 25 September 2019 - 11:52 WITA
- Mamuju - 30 September 2019 - 11:54 WITA
- Makassar - 6 Oktober 2019 - 11:50 WITA
- Ambon - 3 Oktober 2019 - 12:16 WIT
- Manokwari - 25 September 2019 - 11:55 WIT
- Jayapura - 30 September - 11:27 WIT