03 April 2025

Get In Touch

Gunakan Aplikasi untuk Siasati Komunikasi Selama Berhaji

Tangkapan layar Aplikasi Zello
Tangkapan layar Aplikasi Zello
Dr. Aryo Nugraha, M.T.

ERA tahun 1980-an komunikasi belum mengenal handphone. Tetapi masyarakat sudah mengenal radio komunikasi. Namanya: CB atau Citizen Band.

Pada zaman itu menjadi kebiasaan di kalangan anak muda kalau berkomunikasi bahkan berkenalan di udara menggunakan CB..

Komunikasi ini terbilang unik, karena harus bergantian jika ingin bicara. Komunikasi simplex atau satu arah secara bergantian.

Muncul kemudian istilah kata break-break yang menjadi terkenal saat itu. Break, menjadi kalimat pembuka saat memulai pembicaraan.

Break juga merupakan kata ganti yang sebagai terjemahan "over" di negara lain. Semacam isyarat bagi lawan bicara untuk dipersilakan giliran bicara.

Perangkat yang dipakai macam-macam. Bisa dari walkie talkie, handy talkie hingga radio komunikasi yang lebih maju dan canggih.

Seiring perkembangan teknologi, sekarang kita mengenal teknologi duplex -dimana kita bisa saling memotong pembicaraan dalam komunikasi.

Sebelumnya sudah dikenal pertukaran voice melalui saluran telepon.

Ketika semuanya berganti dengan smartphone, maka sekarang masing-masing pembicara sudah bisa menggunakan Voice Call melalui jalur komunikasi data.

Namun di musim haji saat ini kita kembali diingatkan teknologi lama. Inspirasi itu muncul setelah adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi melarang penggunaan wireless transmitter dan receiver.

Sebagai sarana pemandu ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU Nurul Hayat memiliki ide kreatif menggunakan aplikasi setara Walkie Talkie. Namanya: aplikasi Zello -yang bisa diunduh di PlayStore.

Senin malam (27/6/2022) KBIHU Nurul Jayat yang berdomisili di Surabaya, telah melakukan uji coba aplikasi Zello bagi seluruh anggota jamaahnya.

Uji coba ini tentu saja, untuk memastikan aplikasi ini bisa diakses semuanya. Dari jamaah untuk jamaah.

Bagi orang yang sudah terbiasa bicara langsung dengan HP, tentu merasa lucu menggunakan aplikasi Zello.

Kesabaran menjadi kunci. Karena ya, itu tadi, masing-masing jamaah bergantian bicara. Apalagi harus menekan tombol jika ingin bicara.

Acara uji coba diwarnai berbagai pertanyaan seputar persiapan para jamaah. Dalam sesi tanya jawab dipandu Ustad Moh Molik, selaku pimpinan KBIHU Nurul Hayat.

Bagi jamaah, uji coba tadi malam terasa syahdu. Sebelum ditutup ada doa bersama yang dipimpin KH. Ahmad Nawawi. Intinya, doa untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan haji. Rombongan KBIHU InsyaAllah meninggalkan Tanah Air pada hari Kamis, 30 Juni 2022 (*)

Tulisan: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -dosen, jamaah Haji 2022 kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.