04 April 2025

Get In Touch

Membangkitkan Lagi Geliat Ekonomi Masyarakat Melalui Pariwisata dan Ekraf

Membangkitkan Lagi Geliat Ekonomi Masyarakat Melalui Pariwisata dan Ekraf

Oleh: Istidha Nur Amanah (*)

World Health Organization (WHO) menyatakan secara resmi pada tanggal 2 Maret 2020 bahwa covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global karena menyebabkan krisis pada setiap sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. Satgas Covid-19 menyebutkan per tanggal 30 Desember 2021, jumlah kasus covid-19 di Indonesia yang terkonfirmasi mencapai 4.262.540 dan angka kesembuhan mencapai 4.114.141 orang.

Meskipun angka covid-19 di Indonesia cukup stabil, kondisi tersebut harus tetap diwaspadai. Presiden Indonesia Joko Widodo resmi memperpanjang status pandemi covid-19 di Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 24 Tahun 2021 pada tanggal 31 Desember 2021. Penetapan ini sesuai dengan pernyataan WHO yang menyatakan bahwa covid-19 di Indonesia masih akan terus terjadi.

Berbagai kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat telah diberlakukan di Indonesia. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, PPKM Darurat, serta PPKM Level.

Dari berbagai pembatasan tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Data Kemenparekraf tahun 2021 menunjukkan banyak wisatawan mancanegara yang membatalkan perjalanan wisata sehingga menyebabkan angka kunjungan wisatawan di Indonesia menurun drastis.

Penurunan angka wisatawan ini kemudian berdampak pada sektor lainnya seperti ekonomi kreatif, transportasi, peningkatan angka pengangguran, dan sebagainya. Misalnya dari sisi industri event, Dewan Industri Event Indonesia mengungkapkan ada 50 ribu pekerja kreatif di industri event yang terancam kehilangan pekerjaan. Terjadi 96 % kasus penundaan dan 85% pembatalan acara setelah pemerintah resmi mengumumkan covid-19 memasuki Indonesia pada Maret 2020. Disamping itu, beberapa event internasional yang ditaksir senilai 4,96 Triliun pun terpaksa dibatalkan.

Kebijakan Pengembangan Sektor Pariwisata dan Ekraf

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah mempersiapkan beberapa program di sektor pariwisata dan ekraf.

Kebijakan Work from Bali

Work from Bali merupakan program yang memfasilitasi 25% Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.  Program ini direncanakan berjalan mulai bulan Juli 2021 secara bertahap. Akan tetapi, tingginya angka covid-19 dan pertimbangan kemampuan anggaran tiap kementerian menjadi faktor yang menyebabkan program ini tidak berjalan.

Trip of Wonders

Trip of Wonders merupakan program yang mempublikasikan destinasi wisata dengan menggandeng 11 influencer. Pelibatan influencer dianggap menjadi strategi pemasaran yang efektif karena dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Meski begitu, dana yang dibutuhkan cukup besar dan dianggap akan lebih baik jika dialokasikan untuk keperluan lain seperti insentif nakes, program vaksinasi, bansos, dan sebagainya.

Virtual Tour

Pembatasan mobilitas masyarakat mengakibatkan kunjungan ke destinasi wisata menurun drastis. Kemenparekraf menginisiasi virtual tour yang menyuguhkan keindahan destinasi wisata indonesia secara virtual. Akan tetapi, program ini belum mampu mendorong wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata di Indonesia meskipun beberapa aturan telah dilonggarkan.

Faktanya, kebijakan tersebut belum mampu mengembalikan geliat bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemenparekraf serta stakeholder lainnya harus berani berinovasi untuk membangkitkan industri ini. Terdapat beberapa alternatif kebijakan yang layak dicoba Pemerintah Indonesia untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi masyarakat melalui pariwisata dan ekraf.

1. Peningkatan Produksi Film Streaming

Saat ini industri perfilman memang mengalami penurunan akibat adanya covid-19. Beberapa bioskop ditutup sehingga produksi film pun menurun. Akan tetapi, dengan berkembangnya internet masa kini dunia perfilman berpotensi kembali bangkit.

Positif:

  • Promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dilakukan lebih efektif dan efisien
  • Meningkatkan motivasi dan kreativitas pekerja seni dan sineas muda Indonesia dalam menghasilkan film berkualitas

Negatif:

  • Pemerintah harus mengeluarkan dana lebih untuk bekerjasama dengan perusahaan layanan streaming agar karya film indonesia dapat terwadahi.
  • Film streaming yang banyak beredar di internet menjadikan persaingan dunia film cukup sulit.

2. Kemudahan dalam Berwisata: Book Now, Pay Later

Salah satu upaya yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia adalah dengan memberikan kemudahan dalam berwisata, khususnya pada penyedia jasa penginapan. Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf dapat menyusun program Book Now, Pay Later yang menawarkan kemudahan pembayaran penginapan dengan cara kredit.

Positif:

  • Menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
  • meningkatkan pendapatan sektor pariwisata, tidak hanya pihak penginapan tetapi juga pelaku usaha UMKM, penyelenggara destinasi wisata, hingga restoran.

Negatif:

  • Berpotensi ada pengunjung yang tidak melunasi biaya penginapan setelah melakukan kunjungan
  • Tidak semua penyedia penginapan mampu menerapkan konsep yang sama

3. Metaverse Tourism

Teknologi digital semakin berkembang pesat, saat ini kembali muncul inovasi yang disebut dengan metaverse. Metaverse sendiri merupakan dunia virtual yang menghubungkan setiap orang di seluruh dunia untuk bertemu, bekerja, hingga bermain. Tidak hanya sekadar menatap layar, pengguna dapat memasukinya layaknya dunia biasa. Indonesia dapat mengambil langkah percepatan pemulihan ekonomi dengan menggabungkan konsep metaverse dan pariwisata, atau biasa disebut dengan metaverse tourism.

Positif:

  • Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan berkembang sangat besar dan mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas
  • Menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di dunia pariwisata Indonesia.

Negatif:

  • Anggaran dana yang harus dialokasikan untuk mengimplementasikan program cukup besar
  • Teknologi di Indonesia juga harus mampu mengimbangi kebutuhan dari metaverse tourism
  • Dibutuhkan SDM berkualitas yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan metaverse touris

Perlu diperhatikan bahwa penerapan rekomendasi tersebut membutuhkan tim yang bisa bekerja secara khusus melakukan pemantauan dan evaluasi program. Pembentukan tim ini penting apabila ditemukan permasalahan baru yang berpotensi menghambat dapat, sehingga langkah penanganan dapat segera disusun.

Referensi

Covid.go.id. 2021. Data Vaksinasi COVID-19 (Update per 30 Desember 2021). Diakses melalui https://covid19.go.id/berita/data-vaksinasi-covid-19-update-30-desember-2021

Kemenparekraf RI. 2020. Outlook Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia 2020/2021.  Jakarta: Deputi Bidang Kebijakan Strategis.

Kemenparekraf.go.id. 2021. Siaran Pers: Work from Bali akan Diluncurkan Mulai Juli 2021 Secara Bertahap. Diakses melalui https://kemenparekraf.go.id/berita/Siaran-Pers-%3A-Work-From-Bali-akan-Diluncurkan-Mulai-Juli-2021-Secara-Bertahap

Kemenparekraf.go.id. 2021. Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2020. Diakes melalui https://kemenparekraf.go.id/statistik-wisatawan-mancanegara/Statistik-Kunjungan-Wisatawan-Mancanegara-2020

Kemenparekraf RI. 2021. Tren Pariwisata 2021. Jakarta: Deputi Bidang Kebijakan Strategis.

Kemenparekraf.go.id. 2022. Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2021. Diakses melalui https://kemenparekraf.go.id/statistik-wisatawan-mancanegara/Statistik-Kunjungan-Wisatawan-Mancanegara-2021

*Penulis adalah Mahasiswa S2 Kebijakan Publik Universitas Airlangga

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.