03 April 2025

Get In Touch

Jamaah Haji Berkumpul di Arafah, Petugas Kesehatan Siaga

Tenda yang ditempati Jamaah Haji Jawa Timur Kloter 37 KBIH Nurul Hayat di Arafah (AryoNugroho)
Tenda yang ditempati Jamaah Haji Jawa Timur Kloter 37 KBIH Nurul Hayat di Arafah (AryoNugroho)
Dr. Aryo Nugroho, M.T.

MEMASUKI rangkaian puncak pelaksanaan haji 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 331 petugas penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Bidang Kesehatan.

Mereka bertugas di masyair atau layanan transportasi dan akomodasi jemaah haji dari Makkah menuju Arafah.

Kemenkes juga telah menyediakan sejumlah pos kesehatan di tiga titik pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Mengutip laman sehatnegeriku, bahwa pos kesehatan di wilayah Arafah akan dikelola oleh tim kesehatan bandara dengan dibantu oleh petugas bawah kendali operasi (BKO) dari KHHI Makkah dan Madinah.

Pos kesehatan Arafah tersebut berlokasi di tenda misi haji Indonesia yang berada di maktab delapan.

Sedangkan, pelayanan kesehatan di wilayah Muzdalifah,  PPIH Arab Saudi telah menyediakan sebanyak 10 pos kesehatan satelit yang dikelola oleh petugas KKHI Makkah.

Sementara itu, untuk lokasi Mina, juga telah disiapkan sebanyak satu pos kesehatan yang berlokasi di daerah Al-Muaisim dan menjadi tanggung jawab tim KKHI Madinah serta satu pos kesehatan lainnya yang berada di maktab tujuh.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana menyebut bahwa selain pos kesehatan yang bersifat tetap, pihaknya juga telah menyediakan pos mobile di sepanjang jalur jamarat, yang meliputi empat pos jalur darat serta empat pos lainnya di jalur bawah.

Selama pengawalan jemaah haji Indonesia, Kemenkes telah menyediakan 234 paket obat dari 18 kelas terapi yang berisikan antiobiotik, obat hipertensi, obat diabetes melitus, vitamin, dan cairan yang sampai saat ini telah didistribusikan kepada Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter.

Kemenkes juga menyediakan 78 jenis alat kesehatan yang tersebar di 3 titik pos kesehatan yang berbeda, yaitu sebanyak 35 alat medis di Arafah, 22 alat medis di Muzdalifah, dan 21 alat medis di Mina.

Fase berat

Ribuan anggota jamaah Indonesia dijemput ratusan bus dari hotel-hotel yang berada di Kota Makkah. Wilayah tersebut antara lain, Raudah, Misfalah, Mahbas Jin, Jarwal dan Syisya.

Tenda yang ditempati Jamaah Haji Jawa Timur Kloter 08 di Arafah (Rudi Riwana)

Mereka dijemput dalam rombongam sejak pagi hingga sore. Semua jamaah tiba di perkemahan Arafah pada sore hari.

Setiba di Arafah jamaah menempati tenda-tenda yang tersebar di 43 maktab atau kluster sesuai kloter keberangkatan.

Kamis dini hari (7/7/2022)  kami bangun pukul 02.00. Detik-detik bermunajat pada Allah SWT. Kegiatan dilakukan di lantai H Hotel Arkhan Barkah, Mekkah. Diawali dari sholat taubah 4 rakaat dengan 2 kali salam dan sholat hajat 2 rakaat dan diakhiri sholat witir 3 rakaat. Beberapa saat kemudian berlangsung shalat Subuh.

Seluruh jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nurul Hayat,Surabaya berkumpul. Kami semua bersiap menjalani fase yang terberat.  Seusai kegiatan kami diarahkan ke kamar hotel untuk istirahat, makan dan mandi sunah ihram.

Sekitar pukul 09.00 para jamaah diminta mempersiapkan diri mengenakan baju ihram. Kemudian melaksanakan sholat sunah ihram sebelum kami bertolak menuju padang Arafah.

Para jamaah akan diangkut dengan bus secara bergelombang. Pergerakan manusia ini tentu bukan hal mudah, mengingat ada sekitar 1 juta orang bergerak menuju titik yang sama.

Di Arafah jamaah akan mabit atau menginap semalam. Telah disediakan oleh tiap maktab, tenda-tenda yang dibagi dalam kelompok sesuai KBIHU masing-masing.

Hari Jumat tanggal 9 Dzuhijah (8/7/2022) seluruh jamaah haji wukuf di Arafah (*)

Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.