Ketua DPRD Palangka Raya Sarankan Tingkatkan Pariwisata Dengan Inovasi dan Gandeng Investor

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, Pemerintah telah melonggarkan berbagai kegiatan masyarakat. Karena itu promosi pariwisata juga harus digencarkan dan perlu dilakukan inovasi agar semakin berkembang.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto, mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya untuk terus berupaya meningkatkan pengelolaan serta promosi objek wisata melalui inovasi- inovasi baru.
“Dengan menurunnya kasus Covid-19 dan masyarakat sudah lebih leluasa untuk beraktivitas, maka sudah waktunya untuk mulai menggencarkan promosi pariwisata yang tentunya membutuhkan inovasi untuk mendukungnya,” papar Sigit, Jumat (8/7/2022).
Sementara itu ia berpendapat, apabila Pemkot telah berhasil mengembangkan satu destinasi wisata unggulan, maka destinasi wisata yang lain juga akan mengikuti, ikut dikenal dan menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk mengunjunginya.
Agar ini dapat terealisasi, Sigit mendorong Pemkot melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Palangka Raya, untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait promosi dan pengembangan objek wisata.
"Kami mendorong agar Disbudparpora bisa bekerjasama dan memaksimalkan pihak swasta dalam rangka pengembangan pariwisata," ungkapnya.
Sebagai contoh ia menambahkan, seperti bekerjasama dengan pihak hotel dan agen travel dalam menyediakan paket wisata. Ini bisa dilakukan dengan menggandeng para investor.
Selanjutnya, legislator yang menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalteng ini mengatakan, saat ini Pemkot Palangka Raya tengah mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata, sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi daerah.
Pemkot setempat juga memberi dukungan terhadap pengembangan wisata dalam bentuk, seperti mempermudah perizinan, memberikan pembinaan dan pendampingan operasional objek wisata, serta membantu manajemen pengelolaan.
Beberapa objek wisata berbasis lingkungan yang dikelola masyarakat, diantaranya Nyarumenteng, yang merupakan pusat penangkaran orangutan dan Bukit Tangkiling yang menyajikan sensasi berwisata di atas bukit.
Kemudian ada Sei Gohong dan Danum Bahandang, yang merupakan objek wisata yang menyajikan pemandangan sungai air hitam dan Manasa Agrowisata yang merupakan sektor wisata berbasis pertanian seperti petik buah.
Tidak hanya itu, masih banyak potensi pariwisata lainnya yang berada di dalam kota, seperti wisata kuliner yang menyajikan aneka makanan khas Kalimantan Tengah.
“Kami siap mendukung pengembangan pariwisata, termasuk objek wisata yang dikelola mandiri oleh masyarakat, karena ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan PAD,” pungkasnya.(ADV)
Reporter : Novita | Editor : Endang Pergiwati