
Bagi Sukabumi, BJ Habibie lebih dari seorang Bapak Teknologi atau Presiden ke-3 Republik Indonesia. Sebab, nama pria kelahiran Parepare Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, ini diabadikan menjadi salah satu lokasi terindah menikmati panorama laut selatan.
Dulu namanya Puncak Kembang, berada di dataran tinggi Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Sejak tahun 1990, namanya berubah menjadi Puncak Habibie, karena dibangun fasilitas radar udara oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Aset ini dibangun oleh BJ Habibie yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.
“Sejak ada bangunan radar namanya jadi Puncak Habibie dansampai sekarang kita menyebutnya Puncak Habibie,” jelas Aep Kusmayadi, wargasekaligus penjaga perkebunan yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Lokasi ini berada di ketinggian 380 meter di atas permukaanlaut (mdpl), dilintasi jalan nasional penghubung Jawa Barat dan ProvinsiBanten, dan saat ini makin terkenal di kalangan wisatawan karena memiliki viewyang luar biasa. Jika bepergian menuju Provinsi Banten atau ingin menuju PantaiSawarna melewati jalur Cisolok Kabupaten Sukabumi, kita pasti melihat spot ini.
Banyak wisata sengaja berhenti di puncak habibie untuksekadar melepas lelah dari perjalanan sekaligus menikmati bentangan alam yangindah, perpaduan lautan lepas dan perbukitan nan hijau.
“Dulu nama tempat ini oleh warga disebut Puncak Kembang,setelah dibangun radar udara itu oleh pak Habibie namanya berubah,” sambungAep.
Butuh waktu kurang lebih satu jam dari Palabuhanratu menuju Puncak Habibie menggunakan kendaraan roda dua. Puncak Habibie sendiri kawasan perbukitan di pinggir laut dengan ketinggian bervariasi, sehingga medan jalannya cukup ekstrem penuh tanjakan tinggi dengan tikungan tajam.(ist)