05 April 2025

Get In Touch

Festival Kali Brantas Persembahan Kota Malang untuk Hari Sungai Nasional

Salah satu acara dalam rangkaian Festival Kali Brantas di Kota Malang.
Salah satu acara dalam rangkaian Festival Kali Brantas di Kota Malang.

MALANG (Lenteratoday) – Kota Malang kembali mengadakan agenda rutin tiap tahun yakni Festival Kali Brantas yang diselenggarakan mulai tanggal 24 – 27 Juli 2022. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan event tersebut.

Rangkaian kegiatan tersebut mulai dari larung sesaji labuh kali, petik tirto amerto, kampanye Bersih Kali ku Putih Kampungku, Parade Brantas Sungaiku Arema Kampungku, Gugur gunung metri kali brantas, warna-warni nyadran kali Brantas, dan damar kambang suluh kali Brantas.

Pada Rabu (27/7/2022), digelar gugur gunung metri kali brantas, warna-warni nyadran kali Brantas, dan damar kambang suluh kali Brantas. Ki Demang yang merupakan penggagas dari Festival Kali Brantas menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan rutinan yang harus diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia karena memang bertepatan dengan hari sungai nasional.

“Mari kita peringati dalam bentuk kegiatan yang seperti ini. Adapun tujuannya adalah dalam rangka membangkitkan kembali kewisataan kota Malang, kita melestarikan tradisi dan budaya agar apa yang ada di masyarakat bisa hidup kembali, kita juga membangkitkan kesadaraan tentang pelestarian lingkungan sungai dan sumber mata air. Kita perlu melestarikan sungai Brantas ini karena merupakan urat nadi kehidupan 14 Kota/Kabupaten di Jawa Timur,” ungkap Ki Demang saat ditemui setelah melakukan ritual metri nyadran, Rabu (27/7/2022).

Lebih lanjut, Ki Demang juga menuturkan bahwa dalam acara hari ini, intinya terdapat 2 kegiatan, yakni metri atau berdoa memohon kepada Tuhan agar diberi keselamatan, kemudian Nyatren yakni penghormatan kepada alam yang selama ini dikuras.

“Kegiatan-kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini sebenarnya untuk meningkatkan keberfungsian lingkungan alam agar menyatu dengan manusia,” imbuhnya.

Harapan yang disampaikan oleh Ki Demang dengan adanya acara ini adalah agar masyarakat tetap menjaga kelestarian dan kebersihan sungai. Sebab air sungai  masih dibutuhkan untuk aktifitas sehari hari. Ia juga menegaskan nantinya festival ini akan menjadi kegiatan rutinan dan kegiatan setiap tahun. Bahkan, kemungkinan  tidak hanya di Kota Malang saja, tapi bisa diikuti oleh kota Batu, Kabupaten Malang, atau bahkan Blitar dan seterusnya.

Ditemui di lokasi yang sama, yakni tepi sungai Brantas Kampung Warna-warni Jodipan, seusaai melaksanakan ritual metri dan nyatren, Kodar Pokdarwis Kampung Warna-warni, Agus menyatakan bahwa sebenarnya konsep acara ini dari dinas Pariwisata Kota Malang yang memang sudah ada tiap tahun yang bernama Event Kali Brantas.

“Kegiatan pertama kita adakan kerja bakti membersihkan area sungai Kampung Warna Warni. Adapun rangkaian kegiatan dalam acaranya adalah tari-tarian untuk menarik turis, potong tumpeng, hadrah dan pertunjukkan tari nusantara khas budaya Indonesia,” tegasnya.

Agus juga mengungkapkan adanya rencana mendatang untuk memperingati hari ulang tahun kampung warna warni.

“Sebetulnya tanggal 4 November ulang tahunnya kampung warna warni, tapi kita undur menjadi tahun baru jadi sekalian event nya dibesarkan, isinya antara lain pesta kembang api, tari-tarian, dan rencananya masih banyak lagi nantinya,” lanjutnya menjelaskan.

Ketika disinggung mengenai promosi acara ini, Agus mengatakan jika publikasi promosi event sendiri sepenuhnya diserahkan pada dinas pariwisata agar para turis-turis nantinya dapat berkunjung dan dapat menikmati gelaran yang ditampilkan.

“Kita punya spot foto baru yakni relief terpanjang se kecamatan Blimbing yang baru saja diselesaikan,” tandasnya mengakhiri sesi wawancara. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.