
MALANG (Lenteratoday) – Untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Malang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang (Dispartabud) menyiapkan berbagai “jurus” andalan yang didalamnya terdiri dari berbagai program.
Kepala Bidang Promosi atau Pemasaran, Armand Erlangga, beserta Kasie Sarana Promosi Dispartabud Kabupaten Malang, Aris Kusdiatmuko menjelaskan berbagai jurus yang sudah, sedang, dan akan dilakukan di tahun 2022 ini.
“Di bidang pemasaran ini kan kita memiliki fungsi sebagai ujung tombak bagaimana mengemas berbagai destinasi atau event untuk dijual atau disebarluaskan ke masyarakat luas. Jadi memang ada beberapa strategi yang kita buat untuk meningkatkan potensi kepariwisataan di Kabupaten Malang,” terang Armand, Kamis (28/7/2022).
Ia menjelaskan terobosan selama tahun 2022 yang sudah dilakukan oleh Dispartabud dibagian bidang promosi adalah dengan merevitalisasi promosi melalui digitalisasi di semua platform media sosial. Dia mencontohkan pembuatan konten-konten yang berkaitan dengan peningkatan pariwisata di kabupaten Malang.
Kemudian strategi kedua yakni penguatan data dengan cara melakukan kajian/analisa, sehingga akan ada gambaran mengenai rencana ke depannya seperti apa. Misalnya dengan melakukan riset data potensi atau data yang bisa menunjang materi strategi pariwisata. Strategi selanjutnya yaitu dengan melakukan optimalisasi kualitas dan kuantitas promosi pariwisata melalui even pariwisata.
“Kita sedang membentuk Calendar of Event (CoE) gunanya adalah untuk menghimpun event apa saja, baik itu acara yang diinisiasi masyarakat ataupun pemerintah dan stakeholder lainnya, yang direncanakan dilakukan di Kabupaten Malang dan yang berkaitan dengan sektor pariwisata,” terangnya.
Menurut Armand yang menjelaskan perihal destinasi wisata di Kabupaten Malang bisa dikatakan memiliki daya tarik masing-masing, namun kekuatan pariwisata lebih menonjol di sektor alam dan budayanya.
“Destinasi wisata alam contohnya kita punya Balekambang yang sampai saat ini masih menjadi primadona, kemudian pantai-pantai sekitarnya. Destinasi ekowisata tersebut juga sangat menarik perhatian orang-orang karena dari segi biaya masuk juga masih relatif murah,” imbuhnya.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai keikutsertaan Dispartabud Kabupaten Malang dalam berbagai event yang diselenggarakan, Armand menuturkan bahwa seringkali melakukan kerjasama dan memberi gambaran kepada masyarakat untuk membuat event sekreatif, dan seunik mungkin agar nantinya dapat menjadi promosi secara efektif untuk pariwisata secara langsung.
Lebih lanjut, Armand juga menjelaskan mengenai event besar yang akan diselenggarakan Kabupaten Malang pada tahun ini. Even tersebut adalah rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Malang yang jatuh di tanggal 28 November.
“Nanti pasti ada banyak event-event untuk memperingati hari jadi Kabupaten Malang, kalau event lain masih dalam proses pendataan untuk nanti dijadikan CoE itu tadi, atau juga bisa langsung dicek di instagram disparta Kabupaten Malang,” penjelasan Aris, selaku Kasie Sarana Promosi Dispartabud Kabupaten Malang.
Terakhir, Armand dan Aris menyatakan jika dibandingkan saat pandemi, progress wisatawan di tahun 2022 ini terbilang meningkat. Sebab, pada saat pandemi kemarin keduanya menuturkan bahwa presentase pariwisata cenderung turun.
“Nanti di akhir tahun akan kita rekap dan hitung kembali mengenai data pariwisata, karena target kita adalah sebanyak mungkin untuk bisa mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Malang. Caranya dengan melakukan promosi secara langsung yakni dengan mengadakan event dan secara tidak langsung yakni publikasi melalui media sosial,” tandas keduanya.
Selanjutnya, ditemui di ruangan berbeda, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispartabud Kabupaten Malang, Budi Soesilo, menjelaskan banyak hal terkait destinasi dan harapan pada potensi destinasi wisata di Kabupaten Malang. Ia menyatakan bahwa sampai saat ini terdapat sekitar 188 destinasi yang sudah terdaftar yang berada di Kabupaten Malang.
“Ada kurang lebih 5 tempat yang berpotensi menjadi destinasi baru dalam 1 desa di Kabupaten Malang. Sedangkan, jumlah desa di Kabupaten ini sendiri ada 378. Bayangkan saja jika satu desa satu destinasi, sudah pasti ada 378 destinasi yang ada di Kabupaten Malang. Jadi, perlu sekali kita perhatikan satu persatu dan ini tentu saja memakan waktu yang panjang untuk tata kelolanya,” jelas Budi Soesilo, ditemui di ruangannya di Kantor Dispartabud Kabupaten Malang, Kamis (28/7/2022).
“Ada 378 desa, kemudian 33 kecamatan, kita juga mempunyai 22 Desa Wisata yang mana harapannya pengelola Desa Wisata ini nanti dapat kita berikan segmentasi untuk memberdayakan masyarakatnya agar mampu mengelola dan menata desa sebagai destinasi wisata yang baik dan nyaman bagi wisatawan,” imbuhnya.
Menurut Budi, Desa Wisata sejatinya tidak hanya memamerkan keragaman atau keunikan yang ada di desanya saja. Namun, juga harus mencangkup minimal 3A, yakni Aksebilitas misalnya terkait bagaimana akses dan jalan menuju lokasi destinasi, Amenitas misalnya terkait kelengkapan yang dapat menunjang kebutuhan wisatawan contohnya yakni ketersediaan homestay atau rumah penginapan untuk wisatawan, dan Atraksi yakni seperti treatmen atau interaksi serta kepedulian pengelola wisata dengan wisatawannya. Ia juga berharap penerapan 3A nantinya dapat dijadikan soft selling untuk tata kelola desa.
Berbicara mengenai destinasi wisata di Kabupaten Malang, pria yang memegang jabatan sebagai Kabid Pengembangan Destinasi tersebut juga mengungkapkan bahwa harus ada pembagian daerah di Kabupaten Malang yang sesuai dengan potensinya masing-masing.
“Saya nyebutnya 4 penjuru destinasi di Kabupaten Malang. Bagian utara kita punya Lawang heritage, Candi Singosari, pemandian kendedes, dan peninggalan bersejarah lainnya. Bagian Selatan kita terkenal dengan wisata pantai, selanjutnya di bagian barat kita ada agro wisata. Terakhir di bagian timur kita dikenal dengan destinasi Bromo, Tengger, Semeru, Lingkar Wilis, serta Lingkar Ijen. Jadi kita harus fokus kepada potensi masing-masing daerah, kalau punya pantai ya benar-benar dikelola pantainya, seperti itu,” tandasnya.
Yang tidak kalah penting dari penerapan 3A, menurut Budi adalah perlunya SOP kebencanaan dan kesehatan di setiap destinasi wisata di Kabupaten Malang, terlebih di sektor ekowisatanya.
“Ada banyak air terjun di Kabupaten ini, banyak pantai juga, jadi sudah pasti dibutuhkan segera mitigasi bencana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya ada wisatawan yabg cedera saat melakukan rafting, pengelola wisata harus paling tidak menyediakan tenaga medis dan ambulans untuk mengatasi masalah tersebut,” jelasnya menutup sesi wawancara terkait destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi