05 April 2025

Get In Touch

PHMI Geber Workshop Personal Branding, Ajang Berbagi Ilmu Para Pelaku Perhotelan Surabaya

Ricky Coen Arifin, GM Ibis Styles Jermursari dan Firman S Permana, GM Surabaya Suites Hotel saat berbagi pengalaman dalam workshop personal branding Learn from Experience yang dipandu Marketing Communication Harris-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya
Ricky Coen Arifin, GM Ibis Styles Jermursari dan Firman S Permana, GM Surabaya Suites Hotel saat berbagi pengalaman dalam workshop personal branding Learn from Experience yang dipandu Marketing Communication Harris-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya

SURABAYA (Lenteratoday)- Perhotelan menjadi salah satu sektor penyangga perekonomian di Surabaya. Selain fasilitas, pelayanan yang prima menjadi kuncinya. Tak melulu bersaing berebut pasar, para pelaku perhotelan di Kota Pahlawan juga saling sharing ilmu dan pengalaman. Diinisiasi Perkumpulan Hotel dan Media Indonesia (PHMI), workshop personal branding pun digeber.

“Ada dua narasumber luar biasa di kesempatan kali ini yaitu Ricky Coen Arifin yang merupakan  General Manager Ibis Styles Jermursari dan Firman S Permana, General Manager Surabaya Suites Hotel. Pasti akan banyak wawasan yang kita dapat,” ujar Marketing Communication Harris-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya Setiawan Nanang yang didapuk menjadi moderator dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7/2022).

Acara yang digelar di lantai 11 Ibis Styles Jemursari, Kamis (28/7/2022) ini berlangsung sangat gayeng dan dibarengi diskusi yang mengalir. Dalam seri Learn from Experience kedua narasumber menceritakan awal karirnya dari bawah.

Ricky mengaku telah bekerja di beberapa tempat. Bahkan dia mengibaratkan apa yang ia raih harus dimulainya dari bawah saat menjalani training di bagian dapur dan bar di Swiss. ”Mulai dari mencuci piring pun saya jalani,” katanya.

Tak berbeda dengan Ricky, Firman juga memulai dari bawah. Masuk ke dunia hospitality pada 1994 sebagai server di Hard Rock Cafe Bali. ”Sangat panjang ceritanya. Tapi sama dengan Pak Ricky, tak ada yang tiba-tiba,” katanya.

Semua pengalaman dalam perjalanan panjang tersbeutlah yang membuat keduanya bisa dikenal dengan personal branding yang kuat.”Untuk membentuk personal branding memang harus bertahap, tidak bisa langsung dapat,” kata Ricky.

Apalagi banyak aspek yang harus diasah seperti pengalaman dan pengetahuan yang mendukung profesinya sehingga punya nilai. ”Saya lebih percaya personal branding ditata dengan seiring waktu. Kapan Anda tahu apakah sudah punya itu atau belum?” tegas ayah tiga anak itu.Meski demikian, percepatan mendapatkan personal branding juga bisa dilakukan tergantung upaya seseorang untuk mau belajar guna membentuk citra diri.

Sementara Firman mengulas pencapaian personal branding itu dengan cara mengupas filosofi hidupnya. Firman menjelaskan bila kesuksesan itu seperti ‘Gunungan’ dalam budaya Jawa yang ia pahami sebagai panduan dalam menentukan sikap dan pemikirannya selama ini.

Ada tiga fase yang dilalui setiap manusia sebelum ia berada di puncak. Bila di fase awal yang disimbolkan dalam harimau dan banteng, lalu kedua fase kera, dan yang terakhir di merak.Saat fase merak itulah personal branding itu sangat dibutuhkan. Seperti merak, keindahan menjadi modalnya agar diri kita tampil menarik di depan orang lain.

”Saat itu Anda sudah dalam situasi yang memerlukan personal branding itu. Kalau masih di bagian yang hanya membutuhkan kecepatan kerja Anda saja ya belum perlu. Bila semua fase itu dilalui maka personal branding itu mengikuti posisi kita sedang di mana,” tegasnya.

Namun Firman tetap menyarankan bahwa setiap orang tak perlu menunda-nunda membentuk personal branding-nya. Sebab semua itulah yang mempermudah dirinya bisa dikenali oleh orang lain. Apalagi alam dunia bisnis, personal branding sangat dibutuhkan karena memiliki pengaruh yang besar terhadap pekerjaan yang kita lakukan.

”Enggak usah terlalu dipikirkan harus bagaimana. Buat saja diri kita berbeda dulu. Kalau enggak lakukan saja yang tidak dilakukan oleh orang lain. Sebab personal branding itu akan datang sendiri tanpa kita rencanakan. Tahu-tahu kita telah dikenali orang. Baik itu dalam pemikiran, hasil kerja, atau penampilan kita,” tegasnya.(*)

Reporter: mira,rls | Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.