
SEMARANG (Lenteratoday) -Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah periode 2022-2024. Acara tersebut berlangsung di Gedung Grandhika Bhakti Praja Semarang, Sabtu (6/8/2022).
Taj Yasin menyatakan kesiapannya mengawal dan mendukung berbagai program DPD IMM, terutama terkait dengan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan mengatasi stunting.
"Ikrar IMM tadi diantaranya penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan, serta mengajak masyarakat Jateng untuk pulih dari keterpurukan ekonomi selama pandemi Covid-19," terang Yasin.
Menurut Taj Yasin, ikrar yang dilantunkan oleh Pengurus DPD IMM Jawa Tengah sejalan dengan apa yang selama ini digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tidak hanya Pemerintah Provinsi, namun Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota juga tengah menggencarkan penanganan stunting dan pemulihan ekonomi pasca Covid-19.
Berbekal keselarasan fokus antara pemerintah dengan IMM, Taj Yasin mengharap DPD IMM Jateng segera menyusun langkah dan program sebagai tindak lanjut ke depannya. Adapun setelah program tersusun, dapat langsung dikoordinasikan dengan Pemprov Jateng maupun pihak terkait lainnya hingga terjalin kolaborasi dan menjadi upaya bersama.
"Maka saya nitip kepada pengurus IMM Jateng untuk memprogramkan, membahas persoalan-persoalan di Jateng, termasuk stunting,” ujar Taj Yasin.
Secara lebih spesifik, Taj Yasin menyatakan salah satu upaya yang penting dalam upaya penanggulangan stunting yakni melalui Program Jateng Gayeng.
"Untuk menyiapkan kader terbaik itu banyak ornamennya. Salah satunya penanggulangan stunting melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dan Jo Kawin Bocah. Karena penyebab stunting salah satunya dimulai dari perkawinan pada usia dini," terangnya.
Merespon arahan dari Pak Wagub, Abdul Musawir Yahya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IMM, menyatakan siap membantu pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan siap mengambil bagian mencerdaskan masyarakat.
Selain membahas permasalahan stunting dan pemulihan ekonomi, DPD IMM Jateng juga bersedia untuk turut serta menangani kasus HIV/AIDS yang masih tinggi di Jawa Tengah (*)
Reporter: Azifa Azzahra|Editor: Arifin BH