03 April 2025

Get In Touch

Sibening, Strategi Turunkan Angka Stunting di Kota Semarang

Mochamad Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, saat ditemui di Kantor DKK Semarang, Rabu (10/8/2022)
Mochamad Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, saat ditemui di Kantor DKK Semarang, Rabu (10/8/2022)

SEMARANG (Lenteratoday) - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang di Bulan Juli, angka stunting di Kota Semarang mengalami penurunan. Kasus stunting yang awalnya mencapai 1.500, saat ini tersisa sekitar 1.200 anak.

Melanjutkan perjuangan menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota Semarang berusaha mengoptimalkan strategi Sibening (Semua Ikut Bergerak Bersama Tangani Stunting).

Kepala DKK Semarang, Mochamad Abdul Hakam, turut mengemukakan dukungannya dalam menurunkan angka stunting melalui Sibening.

“Nah ini dilanjutkan dengan program Sibening, Semua Ikut Bergerak Bersama Tangani Stunting. Jadi misalnya ada orang tua asuh, ada CSR, ada donatur, memberikan bantuannya. Itu nanti diserahkan ke teman-teman ataukah RT/RW atau Dasawisma. Nah nanti teman-teman di Puskesmas, memantau ngasih menu, pagi apa, makan siang dapat apa, sore dapatnya apa,” terang Hakam, saat ditemui di Kantor DKK Semarang, Rabu (10/8/2022).

Sibening memfasilitasi orang tua asuh untuk memberikan bantuan berupa makanan bergizi 3 kali sehari kepada anak-anak yang termasuk dalam kategori stunting. Adapun Puskesmas akan membantu memantau kandungan gizi dalam setiap makanan yang diberikan kepada anak penyandang stunting.

Di samping berfokus pada anak penyandang stunting, Hakam juga menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada calon stunting, khususnya ibu hamil yang KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan Anemia.

“Di samping itu juga, karena ini, kita kan juga harus mengantisipasi ini. Bumil yang KEK dan anemia itu juga harus jadi perhatian juga. Kalau bumil KEK dan anemia itu dibiarkan, itu pasti akan menambah stunting baru. Yang ini sudah lulus, tapi ada tambahan baru. Nah ini yang harus kita cegah bersama-sama,” ujar Hakam.

Tak lupa, Hakam juga mengimbau kepada ibu hamil untuk rutin mengikuti ANC (Antenatal Care) di puskesmas terdekat yang dapat diakses secara gratis oleh warga Kota Semarang.

“Ya tetap sama, mereka diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), jangan lupa setiap bulan itu ikut ANC di puskesmas, kan gratis ni. Kalau misalnya belum punya asuransi, entah itu BPJS atau yang lainnya, silahkan daftarkan UHC, difasilitasi oleh pemkot semarang. Asalkan anda KTP nya di Kota Semarang, domisili di Kota Semarang, daftar UHC. Gratis,” terangnya.

Hakam berharap, dengan adanya sinergitas seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga lainnya dalam menangani stunting, maka angka stunting di Kota Semarang dapat menurun drastis.

“Tapi mbak, saya sangat optimis ya, dengan stunting di Kota Semarang ini, dengan semuanya ikut terlibat, baik OPD pemerintah di Kota Semarang dan seluruh komponen yang ada di Kota Semarang, termasuk yang tadi saya sampaikan ya, masyarakat, kemudian para pengusaha, kalau semuanya ikut terlibat saya yakin di akhir tahun di bawah 500an,” lanjutnya.

Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.