05 April 2025

Get In Touch

ITN Malang Resmikan Wisata Edukasi Pemanfaatan Energi Surya

Peresmian Taman Edukasi PLTS ITN Malang oleh Rektor ITN Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi (dua dari kiri) dan Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Nur Kholis (kanan)
Peresmian Taman Edukasi PLTS ITN Malang oleh Rektor ITN Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi (dua dari kiri) dan Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Nur Kholis (kanan)

MALANG (Lenteratoday) –Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi meluncurkan Wisata Edukasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 0.5 MegaWatt untuk memaksimalkan pemanfaatan energi surya dan pengenalan teknis PLTS pada anak-anak sekolah menengah atas sederajat.

"Indonesia merupakan negara tropis, tapi potensi mataharinya ini belum dimanfaatkan secara maksimal, terlebih dari sisi teknologi yang belum banyak orang menguasai dengan benar. Banyak orang yang bisa memasang atau menggunakan, tapi tidak bisa merawat atau menjaga dengan benar, kita ingin perlahan mengedukasi hal tersebut, terutama untuk anak sekolah tingkat menengah atas dan mahasiswa," ujar Awan Uji Krismanto, ST, MT, Ph.D, Ketua LPPM ITN Malang, ditemui pada pelaksanaan pameran teknologi dan workshop PLTS ITN Malang, Sabtu (20/8/2022).

Sebelumnya, Rektor ITN Malang Prof. Dr. Ir. Eng. Abraham Lomi, MSEE, menyebutkan banyaknya peserta workshop yang hadir dalam acara peluncuran, menunjukkan antusiasme yang amat besar. Padahal pengumuman baru diberitahukan sehari sebelum acara dimulai.

ITN Malang yang menyandang status sebagai pemilik PLTS terbesar nomor 2 nasional setelah ITERA ini akan mengadakan paket workshop dan edukasi untuk anak-anak SMA sederajat guna memperkenalkan bagaimana proses untuk bisa menginstal PLTS, memonitor, dan memelihara PLTS dengan baik.

Awan Uji Krismanto menambahkan, pihak ITN Malang saat ini sedang giat mensosialisasikan EBT PLTS ini kepada masyarakat umum. Harapannya agar dapat mengurangi penggunaan energi fosil untuk kedepannya.

Saat ini teknologinya memang relatif mahal, tapi untuk jangka panjang EBT ini akan bisa bersaing. Karena kita tahu harga BBM yang fluktuatif, kemudian ketersediaan BBM kedepannya masih bisa dijamin atau tidak. Kalau tenaga surya ini kan terbilang tidak ada habisnya, jadi dalam jangka panjang akan murah juga.

"Saat ini teknologinya masih terus berkembang, namun kita optimis ke depan masyarakat akan tahu bahwa EBT ini merupakan energi yang murah, yang ramah lingkungan, dan juga bersih," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.