KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi bisa memberikan efek domino ke seluruh sendi kehidupan. Biaya sektor transportasi diprediksi bisa naik dua kali lipat. Otomatis bukan hanya penumpang yang terimbas, angkutan barang juga akan ‘oleng’. Buntutnya berbagai kebutuhan masyarakat terutama pangan harganya ikut melesat. Ancaman inflasi hingga 6%-7% pun telah diramalkan di akhir tahun nanti. Ekonomi yang baru saja mulai pulih dari hantaman Pandemi Covid-19, potensi terguncang bahkan ambruk. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang bakal menciptakan warga miskin baru pun sulit terelakkan. Bak buah simalakama, kebijakan kenaikan harga bensin dari masa ke masa memang selalu memicu protes besar-besaran dari masyarakat. Tapi bila tidak dilakukan, APBN Indonesia bisa jebol. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/09/05092022.pdf
[3d-flip-book id="111034" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/09/05092022.pdf">