04 April 2025

Get In Touch

Cegah Rubella dan Measles, Pemkot Malang Perpanjang Pendataan BIAN

Cegah Rubella dan Measles, Pemkot Malang Perpanjang Pendataan BIAN


MALANG (Lenteratoday) – Kepala Dinas Kesehatan kota Malang mengungkapkan capaian dari data Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kota Malang, sudah berada di angka 98,15% dari pendataan target real yang artinya hal tersebut sudah memenuhi standar yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Namun, meskipun begitu pihaknya masih akan melakukan perpanjang BIAN sampai tanggal 13 September mendatang agar target dapat mencapai 100% dari data real.

“Kalau dari data real kita sudah 98,15%. Tapi kalau berdasarkan pendataan proyeksi, yakni pendataan yang berdasarkan hitungan statistik, capaian BIAN kota Malang masih diangka 72,66%. Nah perpanjangan ini yang akan kita kejar, minimal harus bisa menyesuaikan semua pendataan real, jadi yang tadi 98,15 persen harus sudah menyentuh 100%, disisa sampai tanggal 13 ini. Kalau sudah mencapai 100% kita akan cari lagi data mana yang masih belum agar bisa menyesuaikan target proyeksi,” ujar Husnul Muarif, selaku kepala Dinas Kesehatan kota Malang, Senin (5/9/2022).

Husnul kemudian menjelaskan alasan dari perpanjangan waktu BIAN adalah untuk tujuan agar balita di kota Malang benar-benar terbebas dari rubella dan measles. Hal tersebut juga terjadi karena kebijakan dari pusat, jadi menurutnya bukan hanya kota Malang saja.

“Kenapa harus dilakukan (perpanjangan pendataan BIAN), berarti ada sesuatu yang harus dicapai lebih, dimana pencapaian ini minimal 95%, sehingga nanti kita bisa bebas dari rubella dan measles. Dari pusat mengharapkan untuk kabupaten dan kota yang masih belum mencapai 95% untuk bekerja keras sampai tanggal 13 nanti,”
Disampaikannya himbauan kepada masyarakat yang memiliki balita usia 9 sampai 59 bulan dan belum mendaftarkan anaknya untuk BIAN, agar segera mendaftar untuk selanjutnya tim dari dinkes akan datang langsung ke rumah penduduk kota Malang yang belum mendapatkan dosis imunisasi.

“Karena pendataan kita sudah 98,15 persen dan hanya kurang 1,85 persen, ini nanti kita sudah kerjasama mulai dengan kelurahan termasuk RW RT nya, dan juga lembaga lain atau masyarakat yang masih mempunyai balita berusia 9 sampai 59 bulan dan masih belum diimunisasi, diharapkan ada pendataan dan dari dinkes akan turun rumah ke rumah,” tandasnya.

Reporter: Santi Wahyu | Editor: Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.