03 April 2025

Get In Touch

IndoVac dari PT Bio Farma Telah Didaftarkan ke WHO, Bila Disetujui Bisa Digunakan di Negara Lain

Ilustrasi vaksin Indovac
Ilustrasi vaksin Indovac

JAKARTA (Lenteratoday) -  Vaksin Covid-19 IndoVac, yang dikembangkan PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine PT Bio Farma (Persero) telah diajukan untuk masuk dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing/EUL) pada lembaga kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Hal ini diungkapkan PT Bio Farma, seperti dilansir pada Senin (12/9/2022)

Jika WHO mengabulkan permohonan EUL itu, vaksin IndoVac bisa digunakan negara-negara lain di dunia.

"Kami juga telah mendaftarkan EUL ke WHO. Vaksin ini nantinya bisa digunakan di negara negara lain melalui mekanisme support Covax Facility atau multilateral," kata Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir melalui keterangan tertulis, Senin (12/9).

Honesti mengklaim berdasarkan self-assessment, vaksin IndoVac memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Menurutnya, hal tersebut akan berdampak dalam penghematan devisa negara dan perlahan-lahan melepas ketergantungan pada vaksin impor.

Ia mengatakan saat ini IndoVac telah melakukan uji klinis fase 1 dan 2, serta dalam proses uji klinis fase 3 untuk usia 18 tahun ke atas.

Menurut dia, penggunaan platform teknologi vaksin IndoVac menguntungkan bagi mereka karena kompatibel dengan peralatan dan fasilitas yang tersedia di pabrik PT Bio Farma.

Selain itu, lanjut Honesti, platform teknologi protein rekombinan ini juga memiliki manfaat lain, yaitu dapat diadaptasi ke varian baru Covid-19.

Ia berharap BPOM segera merilis izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) salah satu vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

"Dari hasil uji klinis fase 1 dan 2, IndoVac memiliki kualitas dan keamanan yang baik, efikasi juga tidak kalah dengan vaksin Covid-19 lainnya. Selanjutnya uji klinis fase 3, kami sedang menyelesaikan laporannya," kata dia.

Bio Farma, kata Honesti, telah mengajukan sertifikasi kehalalan IndoVac agar menjamin rasa aman masyarakat Indonesia.

Vaksin Covid-19 BUMN ini, telah melewati audit aspek kehalalan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Honesti menjelaskan, setelah memperoleh izin, PT Bio Farma menyiapkan tahap berikutnya yaitu memproduksi vaksin IndoVac. Untuk tahap awal, Bio Farma memproduksi maksimal 20 juta dosis.

Jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023 dengan penambahan fasilitas produksi. Selanjutnya kapasitas produksi bisa dinaikkan lagi menjadi 100 juta dosis per tahun pada 2024 tergantung pada kebutuhan dan permintaan.

"Kemudian IndoVac bisa digunakan untuk vaksinasi individu berusia 18 tahun ke atas secara massal. Di sisi lain, secara paralel, Bio Farma sudah memulai uji klinis untuk vaksin lanjutan atau booster sejak 1 September 2022.Selanjutnya, Bio Farma akan melakukan uji klinis vaksin IndoVac untuk anak-anak setelah mendapatkan PPUK dari BPOM," ujar Honesti.

Adapun Presiden Joko Widodo telah menyetujui dua nama produk vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yakni vaksin Inavac dan IndoVac.

Vaksin Inavac dengan platform inactivated virus dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia. Sementara IndoVac dengan platform subunit protein dikembangkan oleh PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine.

Sumber : CNN | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.