04 April 2025

Get In Touch

Tercemar, Air Bengawan Solo Bisa Picu Kanker

Tercemar, Air Bengawan Solo Bisa Picu Kanker

SEMARANG,LETRA.ID- Aliran Sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran berat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut pencemaran tersebut berbahaya. Air mengandung timbal dan bila masuk ke tubuh manusia bisa memicu kanker.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (DLHK)Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, mengatakan ada dua pencemaran yang terjadi diBengawan Solo, pertama yang membuat aliran menjadi hitam di Blora dan keduapencemaran akibat industri ciu.

"Ada dua kasus yang sedang kita tangani. Awalnya ituPDAM Kabupaten Blora mengirimkan surat ke kami karena IPA mereka tidak efektifkarena ada pencemaran di Bengawan Solo. Itu dua bulan lalu, sudahditindaklanjuti," kata Teguh di kantornya, Senin (16/9).

Tindakan yang dilakukan adalah uji sampling dan hasilnyaterdapat kandungan fosfat dan coli yang di atas ambang batas. Disimpulkan adabuangan limbah industri dan juga peternakan.

"Kita lakukan uji sampling terhadap mutu Bengawan Solodi hilir. Sementara hasil COD (chemical oxygen demand) dan DO (dissolvedoxygen) ada fosfat dan coli di atas ambang batas. Maka disinyalir ada buanganlimbah industri dan ada tingginya coli karena ada limbah peternakan yanglangsung digelontor ke Bengawan Solo," tandasnya.

Ia juga menyebut koordinasi dengandaerah Jawa Timur, tepatnya Ngawi, juga dilakukan karena aliran Bengawan Solosampai ke sana. Akhir pekan lalu Kementerian Koordinator Bidang KemaritimanRepublik Indonesia sudah datang untuk melakukan sidak, namun belum diketahuihasilnya.

"Kami pada 25 Agustus sudah cek, 10September menunjukkan indikasi ada gelontoran terutama industri kimia dan adapeternakan di sepanjang Bengawan Solo yang masukan limbahnya tanpa IPAL,"jelasnya.

Terkait pipa siluman yang sempat disebutGubernur Jateng Ganjar Pranowo, Teguh tidak membantah. Ia meminta pihak darilingkungan hidup melakukan sidak."Kemungkinan besar ada. Ini mumpungkemarau debit air dikit, ya dicari. Kita kontak teman-teman kabupaten sektorlingkungan hidup agar melakukan sidak," ujarnya.

Warna hitam pada pencemaran sungai,lanjut Teguh, biasanya juga mengandung timbal. Dijelaskan, jika timbal masuk ketubuh manusia, akan menyebabkan kanker."Hitam itu biasanya dari unsurkimia, apalagi kalau dimasuki timbal. Kalau (air) dikonsumsi, bisa menyebabkankanker. Karena PDAM sadar betul ini terlalu berbahaya, instalasi pengolahan airdihentikan," tegasnya.

Sementara itu, terkait kasus kedua,yaitu pencemaran Bengawan Solo akibat limbah ciu, Teguh menjelaskan sebenarnyaprodusen ciu sudah memiliki IPAL. "Kedua ada keluhan PDAM Solo. Memang diSolo ada industri UKM ciu, IPAL tidak optimal. Ini sedang kita rapatkan. KarenaUKM, kita lakukan pembinaan," pungkas Teguh.(dtc)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.