
SURABAYA (Lenteratoday) – Teater Api Indonesia (TAI) kembali menyajikan pertunjukkan teater berjudul “Toean Markoen”, yang akan digelar di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali Surabaya, pada Sabtu, (8/10/2022).
Mengadaptasi dari naskah drama Mesin Hamlet karya Heiner Muller, “Toean Markoen” ini disutradarai oleh Luhur Kayungga. Melalui lakon ini, TAI menyampaikan tentang industri sebagai buah pikiran dari kaum kapitalis yang sebenarnya cuma siklus atau lingkaran setan yang pada akhirnya menghancurkan lingkungan dan menjadi tragedi kemanusiaan.
“Industri yang dibangun para kapitalis menculik satu peradaban dan generasinya: mereka membabad hutan, mencaplok sawah - sawah, mengeruk isi alam, lalu mencuci otak dan memperbudak orang - orang menjadi alat produksi,” ungkap Luhur Kayungga menguraikan sinopsis dari lakon teater yang disutradarainya, Rabu (5/10/2022).
Sejak mula industri hanya menjadi rentetan problem (perbudakan, penggusuran tenaga manusia diganti mesin). Konsekuensi logis dari hadirnya industri adalah polusi dan pencemaran. Semua menggenangi lingkungan dan meracuni kehidupan banyak orang.
“Hutan, sawah, sumber air, tanah telah mengalami kehancuran karena limbah dan polusi. Hutan telah dibabat, sawah telah habis, air mengering, tanah telah keropos dan berlubang karena industri. Alam hanya menyisakan 1 pohon untuk kehidupan banyak mahluk. Sebuah ironi besar dan keprihatinan untuk keberlangsungan kehidupan,” terangnya.
Komunitas seni pertunjukan bergenre teater tubuh ini akan menampilkan beragam eksplorasi dari topik utama tersebut dalam melibatkan sembilan aktor.
Pentas Toean Markoen ini juga dapat disaksikan secara online, melalui live streaming di kanal Youtube Cak Durasim.
Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati