04 April 2025

Get In Touch

Sajikan "Toean Markoen", Teater Api Indonesia Kritik Industrialisasi

Salah satu adegan Toean Markoen.
Salah satu adegan Toean Markoen.

SURABAYA (Lenteratoday) - Teater Api Indonesia menyajikan pertunjukan berjudul “Toean Markoen” (08/10) malam di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur. Toean Markoen merupakan karya yang membawakan kegelisahan tentang limbah / sampah / polusi, yang ini adalah konsekwensi besar dari sejarah peradaban manusia.

Ditengah hiruk pikuk pembangunan, kecanggihan teknologi dan perkembangan pengetahuan. Manusia termarginalkan dari pembaharuan-pembaharuan dan kemudian kejar-mengejar ketertinggalan satu dengan yang lain. Akhirnya, mereka sendirilah yang terperosok dalam kubangan kotoran polusi, sampah, limbah yang mereka ciptakan. Pada kondisi lebih nyata bahwa mereka yang tidak berbuat pun terjerebab jatuh dan basah.

Luhur Kayungga, Sutradara Toean Markoen menyatakan, “Pertunjukan ini menjadi upaya untuk melongok peradaban manusia yang saat ini telah diculik martabatnya dan direndahkan serendah-rendahnya. Manusia hanya sekedar berakhir menjadi sekrup-sekrup mesin dan dibuang sebagai sampah pabrik”.

Pertunjukan Teater Api akan dipentaskan kembali pada akhir Oktober di Pulau Bali, ini merupakan bagian dari agenda pementasan keliling wilayah Jawa-Bali yang mereka rencanakan. Teater Api sendiri merupakan kelompok teater yang aktif menciptakan karya sejak 29 tahun lalu di Jawa Timur. Karya-karya mereka menggelisahkan isu-isu sosial dan diwujudkan dalam pendekatan artistik dengan gaya Teater Api.

Kepala DPRD Provinsi Jawa Timur yang hadir dan mengisi sambutan sebelum acara, menyampaikan apresiasi besar terhadap perkembangan kesenian khususnya di Jawa Timur.

"Dengan peragaan Teater Api Membahas masalah lingkungan hidup dengan baik, semoga dengan apa yang disampaikan kepada kita malam ini dapat membuka mata kita. Jangan hanya karena pembangunan yang mengakibatkan penyengsaraan." pungkas Kusnadi, Ketua DPRD Jawa Timur.

Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.