IKLIM politik di Indonesia tampaknya juga memasuki ‘cuaca ekstrem’. Gonjang-ganjing sedang melanda Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh ini menonaktifkan salah satu politisinya, Zulfan Lindan dari kepengurusan dan melarangnya membuat pernyataan atas nama Partai NasDem. Hal ini diduga buntut dari pernyataannya, bila Anies Baswedan yang resmi diusung NasDem sebagai Calon Presiden adalah antitesis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menelisik lebih jauh, langkah tersebut terkesan terburu-buru sebagai bentuk kepanikan karena Jokowi juga memberi sinyal terbukanya peluang reshuffle kabinet. Menurut pengakuan Zulfan, surat penonaktifan itu salah alamat. Sebab, dia sudah dua tahun ini tidak menjabat sebagai pengurus DPP karena diangkat sebagai wakil komisaris Jasa Marga. Kalangan pengamat pun menilai, apapun judulnya sebenarnya NasDem merupakan partai yang cukup loyal ke Jokowi selama 2 periode. Entah apa strategi yang membuat ‘meleyot’ di detik-detik akhir ini.BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/10/14102022.pdf
[3d-flip-book id="115741" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/10/14102022.pdf">