04 April 2025

Get In Touch

DPRD Surabaya: Langkah Atasi Gagal Ginjal Akut Berikan Layanan Gratis di Puskesmas

Anggota komisi D DPRD kota Surabaya Tjujuk Supriono.
Anggota komisi D DPRD kota Surabaya Tjujuk Supriono.

SURABAYA (Lenteratoday) - Maraknya kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak masih dalam terus dikaji, terkait pengobatan dan penyebabnya. Akibatnya, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melarang beberapa jenis obat untuk diedarkan dalam penjualan, termasuk obat sirup.

Penggunaan bahan berbahaya Etilen glikol (EG) pada bentuk obat yang berbentuk sirup digunakan supaya obat dapat bercampur dengan sirup. Hal ini dilakukan agar larutan obat tidak menggumpal. Kandungan Etilen glikol sendiri maksimal yang harus digunakan adalah sebanyak 0,01 mili liter.

Anggota Komisi D DPRD kota Surabaya Tjujuk Supriono mengungkapkan banyak dijumpai bahwa kandungan Etilen glikol sendiri melebihi dari 0,01 ml. Hal ini pun tanpa sepengetahuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Inilah yang mengakibatkan banyaknya kasus gagal ginjal yang dialami masyarakat, terutama anak-anak.

"Hal ini merupakan upaya para pengusaha atau para pihak produksi obat guna meningkatkan laba penjualan obat paska pandemi covid-19," ujar Tjujuk Supriono.

Namun, adanya penderita gagal ginjal di Surabaya, bukan warga Surabaya. Sementara di Kota Surabaya, rumah sakit rujukan utama Jawa Timur, yakni di Dr. Soetomo.

Dalam hal ini, langkah pemerintah dan BPOM guna mengatasi maraknya gagal ginjal yang terjadi di Indonesia, salah satunya melakukan pelayanan secara gratis di puskesmas terdekat.

"Upaya pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan yakni menginformasikan pelayanan untuk pendaftaran secara gratis di puskesmas terdekat melalui kecamatan serta kelurahan," tambahnya.(Adv)

Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.