
SEMARANG (Lenteratoday)-Kasus Lumpy Skin Disease (LSD ) ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) . Mengantisipasi masifnya penyebaran penyakit hewa tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng telah mendistribusikan 24 ribu vaksin bagi hewan ternak.
Untuk diketahui, kasus LSD ditemukan di Tegal, Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Jenis hewan yang terinfeksi yakni sapi dan kerbau. Kepala Sie Kesehatan Hewan Disnakkeswan Jateng, Yoyon Sunaryono, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendistribusikan vaksin sejak Agustus lalu. Dimulai dengan memberi 4000 dosis di Tegal.
“Vaksinasi sudah berjalan, di Tegal sudah langsung ada vaksin di bulan Agustus. Kala itu kita alokasikan 4000 vaksin khusus untuk Tegal,” ujarnya dikutip Kamis (10/11/2022).
Hingga saat ini, total vaksin yang sudah didistribusikan oleh Disnakkeswan sejumlah 24.000 dosis, tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman.
“Penangananan yang paling utama kita segera lakukan sosialisasi dan itu tidak menular ke manusia. Penularannya melalui sektor seperti lalat, kutu, nyamuk, ya pokoknya extoparasit yang biasanya nempel pada hewan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pada masyarakar terkait gejala atau tanda-tanda hewan yang terinfeksi LSD. Salah satunya, ditemukannya luka dan benjolan pada kulit.
Apabila ditemukan gejala tersebut, diharapkan peternak segera melapor ke petugas terkait, sehingga penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Di samping itu, Yoyon juga berpesan kepada peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan hewan.
Berbeda dengan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang disebabkan oleh beberapa varian, LSD hanya disebabkan oleh satu varian genetik. Sehingga, penangannya menjadi lebih mudah melalui vaksin.“Variasi genetiknya LSD itu hanya satu. jadi kalau diberikan vaksin ya pasti protektif,” tutupnya.(*)
Reporter: Azifa Azzahra | Editor: Widyawati