04 April 2025

Get In Touch

Pernikahan Dini Berpotensi Lahirkan Bayi Stunting, Pemkot Malang Tingkatkan Peranan Duta GenRe

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani.

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) terus melakukan pencegahan praktik pernikahan dini. Salah satunya dengan meningkatkan peranan Duta Generasi Berencana (GenRe) .

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani mengatakan, saat ini tren pernikahan dini masih ditemui di wilayah Pemkot Malang“Sepertinya masih ada (tren pernikahan dini) di Ciptomulyo, kecamatan Sukun. Seperti yang dilaporkan Pak Lurah nya tadi. Rata-rata mereka di usia 16 tahun perempuannya,” ungkap Kadinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani, ditemui usai memberikan pengarahan pada Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Stunting 2022, Rabu (23/11/2022).

Penny kemudian mengatakan, sesuai informasi yang diperoleh dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Adapun penyebab adanya pernikahan anak di bawah usia tersebut dikarenakan beberapa hal. Diantaranya yakni faktor ekonomi, minimnya tingkat pendidikan keluarga, serta faktor hamil diluar nikah akibat pergaulan bebas.

Lebih lanjut, Penny menyebutkan kesiapsiagaan Pemkot Malang dalam mencegah praktek pernikahan dini, diantaranya dengan peningkatan peranan Duta GenRe di masyarakat. Sesuai dengan penuturannya, Duta GenRe akan berperan dalam mengingatkan bahaya sex bebas, obat-obatan terlarang, serta himbauan untuk tidak melakukan pernikahan dini.

“Kita kan juga punya Duta GenRe. Jadi sebaya untuk saling mengingatkan jangan nikah dini, sex pra nikah, napza, itu selalu kita upayakan. Duta genre jumlahnya 50. Itu sudah kita terjunkan ke masyarakat,” urainya.

Penny kemudian menekankan, keberadaan Duta GenRe dapat meredam banyaknya kasus kenakalan remaja, terlebih terkait seksualitas. Oleh karenanya, Duta GenRe yang diluncurkan pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tersebut menjadi salah satu program prioritas Kota Malang untuk menekan angka pernikahan dini, akibat pergaulan bebas.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif menyampaikan bahwa pernikahan dini turut menyumbang angka kelahiran bayi stunting di Kota Malang. Menurutnya, ketidak siapan organ reproduksi pada calon pengantin (catin) dapat berpengaruh pada perkembangan calon janin yang tidak baik.

“Tidak dianjurkan menikah di bawah usia 19 tahun. Karena alat reproduksi belum siap, utamanya perempuan. Ketika alat reproduksi belum siap, lalu ada pembuahan, akan menghasilkan perkembangan pertumbuhan calon janin yang tidak baik. Bisa jadi dalam berapa bulan beratnya tidak sesuai, sehingga lahir bayi berat badan rendah yang berpotensi stunting,” ungkap Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif.

Diakhir, Husnul menyatakan bahwa per Oktober 2022, penurunan angka stunting di Kota Malang cukup baik, yakni mencapai 8,67%. Namun, hasil audit stunting di semester 2 menunjukkan, ketidaksiapan calon pengantin turut menjadi penyebab lahirnya bayi stunting di kota Malang. Oleh karena itu, ditegaskannya bahwa sampai saat ini, Pemkot masih berupaya untuk dapat mewujudkan target zero stunting di Kota Malang.(*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.