04 April 2025

Get In Touch

Menkes Klaim Indonesia Sudah Sampai di Puncak COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA (Lenteratoday)- Indonesia mencatat 4.977 kasus baru COVID-19 hari ini, Kamis (1/12/2022). Seiring itu, terdapat kasus sembuh sebanyak 6.499 dan sebanyak 54 pasien COVID-19 meninggal dunia. Kasus aktif COVID-19 di Indonesia kini ada sebanyak 57.700.

Meski demikian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika kenaikan kasus Covid-19 di tanah air sudah mencapai puncak. Hal itu dikatakan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

"Kasus Covid-19 itu sedang naik, tapi pengamatan kita sudah sampai di puncak," ujarnya.Menurut BGS, terdapat alasan utama di balik hal tersebut. Utamanya adalah berkaitan dengna positivity rate (PR).

"Ketika kasus naik, itu PR itu naik ke 10-20, itu naik 100%, sebulan lagi dari 20-30 itu naik tapi cuma 50% kan. Nanti 30 jadi 35 itu melandai tetap tinggi, tetap terjadi kenaikan kasus tapi sudah melandai. Begitu turun dari 35 ke 30 itu tanda peak-nya tercapai yang kita lihat laju dari PR," papar BGS.

"Kenapa kita bilang PR? Karena tes kita under testing, gak semua orang tes atau kalau mereka tes mereka gak lapor. Tapi PR, kalau tes sedikit kelihatan PR tinggi, makanya kita lihat dari angka itu. Nah sekarang PR kita turun di seluruh Indonesia dan provinsi besar seharusnya seminggu dua minggu turun. Secara scientific ini turun karena portofolio dari varian baru," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, BGS mengatakan kalau populasi subvarian Omicron XBB dan BQ.1 sudah 80% dari kasus-kasus yang ada.

"Mereka sudah take over BA.4 dan BA.5. Itu adalah ciri-ciri mereka jenuh nanti akan turun. Itu sebabnya kita beda, meramal naik turun berdasarkan data PR secara empiris kita lihat ke belakang dan data varian genomik secara satu minggu dan dua minggu akan turun," kata BGS.

Lebih lanjut, mantan wakil menteri BUMN itu bilang saat ini jumlah pasien masuk RS masih banyak yang belum menerima vaksin penguat. Perinciannya 74% pasien belum booster, 84% yang meninggal juga belum booster.

"Sebanyak 50% meninggal belum divaksin sama sekali. Jadi sekarang ini terlihat orang yang belum divaksin keliatan dan belum," ujar BGS.

"Yang belum risiko dan meninggal tinggi karena 50% yang meninggal orang yang belum divaksin. Kalau punya saudara, ibu, ayah, kakek cepet divaksin karena risiko mereka tinggi," lanjutnya.

Sementara itu, hari ini, Indonesia telah mencatat total kasus 6.669.821 terkonfirmasi. Hari ini, ada 70.034 spesimen diperiksa dengan jumlah suspek pasien ada sebanyak 5.247.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu menyebut, mengacu pada angka kasus harian COVID-19 yang kini berada pada rata-rata 7 ribu, terdapat kemungkinan kasus melonjak hingga 10 ribu kasus per hari. Lantas menjelang momen Natal dan Tahun Baru, pihaknya masih akan melakukan evaluasi perihal kebijakan pengetatan.

"Tentu itu akan diputuskan oleh satgas, terutama untuk jawa-bali ada kemenkomarinves. kita akan evaluasi," ungkapnya.(*)

Reporter:dya,rls |Editor:widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.