DI TENGAH gegap-gempita pesta bola dalam gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar, nasib sepakbola tanah air tampaknya masih ‘getir’. Meski akhirnya diizinkan bergulir lagi pada Senin (5/12), tapi Liga 1 diputuskan tanpa penonton. Seperti diketahui, geger ‘si kulit bundar’ Indonesia dipicu oleh tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang, saat pertandingan Arema melawan Pesebaya. Sebanyak 132 nyawa melayang di tengah kerusuhan. Penyelidikan telah dilakukan pihak polisi hingga tim pencari fakta independen. Salah satu yang diduga menjadi pemicu utama kematian adalah gas air mata. Meski tidak secara langsug membunuh, tapi menciptakan kepanikan yang akhirnya menyebabkan suporter saling dorong, jatuh dan terinjak-injak. Sayangnya hingga kini penindakan terhadap pihak-pihak diduga bersalah dalam tragedi itu masih jauh dari kata tuntas. Menko Polhukam Mahfud Md sendiri memastikan proses hukum terus berjalan. Desakan agar Persatuan Sepak Bola Seluruh (PSSI) melakukan perombakan total pun belum padam. Dan saat ini menguat nama Menteri BUMN, Erick Thohir yang digadang-gadang menjadi Ketua Umumnya. Mampu dan maukah mantan Presiden Inter Milan ini ‘memaniskan’ sepakbola RI?BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/12/06122022.pdf
[3d-flip-book id="122431" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/12/06122022.pdf">